Ketika Kamu Memilih

Nantinya …

Ketika KAMU memilih RASA
Biarkan lidah mu memilihnya

Ketika KAMU memilih CINTA
Biarkan hati mu memilihnya

Ketika KAMU memilih DIA
Biarkan bukan karena AKU

Karena RASA CINTA DIA
dipilih  KAMU  yang telah berhenti mencoba mencintai KITA

Karena RASA CINTA AKU
berhenti ketika KAMU bahagia bersama DIA

RASA menyatu dalam detik
detik mengalirkan CINTA seperti bola cepat
Bola cepat yang berputar seakan tidak berhenti
Sampai KITA tidak menyadari
akan datang  saatnya menghentikan detik KITA

Ketika kamu memilih
KAMU RASA KAMU CINTA DIA
KAMU DIA AKU KAMU
KITA RASA CINTA AKU KAMU
DIA RASA CINTA KITA

-KITA-

AKU MEMILIH CINTA
AKU MEMILIH RASA
AKU MEMILIH KAMU

KAMU ?

Hari Pahlawan

Merdeka atau Mati
– Bung Tomo-

Selamat Hari Pahlawan 10 November! Beginilah euphoria yang terjadi hari ini, sebagian merayakannya dengan kata – kata nasionalisme dan sebagian sedang berjuang menjadi ‘pahlawan’ itu sendiri. Hari mulai beranjak petang dan kilas balik perjuangan 70 tahun lalu di Surabaya berdentum, detik demi detik bergulir dan satu persatu dari para pahlawan gugur menyisakan melodi sebagai bangsa merdeka atau mati.

Aku bertanya dalam diri
di sebagian manakah aku
jiwa merdeka yang merayakan momentum
atau jiwa yang sedang mempertahankan kemerdekaan 

Kemarin saya mendapat interview kerja pertama saya sebagai calon pekerja dan ada satu pertanyaan yang masih membekas dalam pikiran saya. ‘Mengapa kamu mau bekerja di kegiatan sosial non-profit dan jika kamu bekerja apakah tidak akan menggangu waktu kamu untuk berkontribusi?’.  Saya menjawabnya, ‘Saya masih memiliki utang yang banyak kepada pemerintah Indonesia, contoh kecilnya adalah biaya sekolah saya masih disubsidi oleh pemerintah. Utang – utang kecil dan banyak itu yang seharusnya membuat saya tergerak mengembalikannya dalam bentuk kontribusi terhadap sesama dan lingkungan. Dimanapun jalan saya untuk berkontribusi, saya percaya jiwa ini tetap harus memiliki pengabdian terhadap bangsa’.

Tetapi apakah yang kulakukan sudah banyak?
Apakah yang kulakukan sudah cukup?
Apakah mereka semua merasakannya?

Pertanyaan kedua, ketika seorang ibu bertanya tentang apa yang harus dipersiapkan anaknya yang masih SD untuk lolos seleksi FIM di masa yang akan datang. Saya menjawab ‘ mengajarkan anaknya tentang jiwa sukarelawan sebagai amal untuk jiwa yang haus akan kontribusi yang sebanyak-banyaknya bagi lingkungan’. Saya tidak menjamin anak sang ibu untuk masuk FIM, tapi satu hal yang saya pelajari adalah mereka yang lolos adalah pemuda yang haus dengan hasrat untuk berkontribusi dan bersukarela dalam duka yang  tinggi untuk Indonesia.

biarkan saya haus untuk berkontribusi, biarkan saya minum
minum dalam gelas yang sama
gelas yang berjuang untuk bangsa merdeka

Pertanyaan ketiga adalah pertanyaan untuk diri saya sendiri, Siapakah saya yang menjawab 2 pertanyaan itu?. saya masih merasa malu untuk segala hal yang belum saya bisa berikan untuk bangsa ini. Saya tidak berbuat apa-apa. Bagaimana saya bisa mengucapkan selamat hari pahlawan, bahkan saya belum mampu menanam dan merawat satu pohon yang besar selama hidup saya untuk menghasilkan satu siklus kehidupan sederhana. Bagaimana kita mampu berteriak merdeka atau mati, tapi terkadang kita takut ketika berbagi makanan terakhir saja boleh berpikir akan mati.

Jiwa saya selalu berteriak untuk pengabdian dan pembangunan bangsa yang mandiri. saya ingin mengabdi. Kemudian mama saya berkata ‘Kesempatan besar terlihat ketika kamu melakukan segala hal yang tidak kelihatan oleh orang lain. Jangan menjadi haus untuk dipuji, hauslah untuk menjadi orang yang mengasihi’. Terimakasih mama, atas kasih yang seperti air mengalir menenangkan jiwa. Kemudian saya memilih untuk melihat apa yang tidak kelihatan dan menolong tanpa diketahui. Seperti visi para volunteer gerakan Turun Tangan yang memberi inspirasi untuk melihat kebaikan, seperti misi Earth Hour yang percaya bahwa butuh satu tangan untuk membantu tangan lainnya berdiri bersama menjaga lingkungan. Saya percaya, menjadi pahlawan masa kini tidak perlu dengan menjadi hal besar tetapi berbesar hatilah akan diri kita. Karena ada ribuan pahlawan yang gugur demi hak proklamasi kemerdekaan dan mereka yang seratus tahun lalu tidak dikenal, sekarang kita dengan bangga menyebut mereka PAHLAWAN.

Kelak kita akan melihat anak cucu kita
mereka yang tidak tinggal dalam generasi amarah
amarah melihat apa yang tidak kita perbuat hari ini

Click Food Bali

image

Sekedar iklan untuk menu tulisan bulan ini ✌

🐻 Click Food Bali 🐻

Daily Catering Only Jimbaran – Uluwatu

👐Mau makan beda tiap hari, murah, enak dan sehat?. @clickfoodbali menyediakan katering pesan antar setiap hari untuk kamu (weekly/monthly).

👐 @clickfoodbali juga menyediakan nasi bento/kotak untuk 🎶seminar 🎶workshop  🎶acara santai kamu bersama sahabat, keluarga, dan teman (menu piknik)
👛 harga hemat mulai dari 13.000/box

👐 Menu pesan antar lainnya, khusus order mulai pukul 16.00 – 21.00WITA 🕙
👉Nasi/Mie GorengBiasa – 8ribu
👉Nasi/Mie Goreng Ayam – 10ribu
👉Nasi Goreng Ikan Asin – 10ribu
👉Capcay sayur – 10rb

💜One Click for Your Daily Healthy Food 💖

IG : @clickfoodbali
Open Register Now!
format daftar : nama_alamat_weekly/monthly
Contact : 081270157267(sms) 📲 Pin BB 548D1B98.

PRIDE

source: deviantart.net
source: deviantart.net , credit by : amandahuff

Setiap manusia memiliki kesempatan menjadi minioritas.
Tetapi tidak semua yang minioritas dapat memiliki solidaritas.

Dua bulan yang lalu saya tersentak kagum saat menonton sebuah film berjudul ‘PRIDE’, film yang berjudul perjuangan para kaum LGBT di inggris untuk memperjuangkan hak – hak penyetaraaan untuk tidak didiskriminasi, hak – hak pengakuan kaum minioritas, hak – hak dimana suara seperti lonceng gereja yang harus didengar bukan untuk diabaikan.

Saya ingin sekali menulis tentang PRIDE, ketika melihat bagaimana kelompok LGBT memilih kelompok buruh dari wales sebagai bagian dari perjuangan yang hakiki. Bagaimana solidaritas yang terjadi antar minioritas dapat membentuk harmoni perjuangan itu sendiri. Bagaimana akhir perjuangan itu bukan soal pengakuan hak, tapi soal mempertahankan kemenangan ini dalam semangat perjuangan sampai ke generasi berikutnya.

Kita generasi yang ketika kecil disuap, besar menyuap
Kita generasi yang mewariskan feodalisme terhadap sesama secara fasih
Kita generasi yang ketika aku dan kamu ada, tapi merasa tak ada

Saya ingin sekali menulis tentang PRIDE, karena kita hidup dalam kesempatan yang tinggi untuk memilih menjadi minioritas. Ayahku muslim, Ibuku Kristen, aku dan adikku terjebak sebagai minioritas oleh sepupu – sepupu dari ibu yang memandang salah apa yang terjadi di keluarga kami. Tapi orangtuaku memilih untuk menjadi minioritas itu sendiri, sedangkan aku dan adikku memilih untuk mempertahankan solidaritas. Kami memilih untuk tidak menyalahkan orangtua kami, kami memilih keyakinan kami masing – masing. Kami memilih berjuang membanggakan orangtua, walaupun memerlukan pembuktian puluhan tahun. Tapi proses ini lebih mudah, daripada mengeluh dan menyalahkan orang tua. Kalimat favorit yang selalu saya gunakan adalah “Intinya aku sudah lahir dan diberi napas kehidupan lebih daripada duapuluh tahun, aku enggak mungkin menangis menjerit kepada mamaku supaya aku dimasukkan kembali dalam rahimnya. Itu mustahil”

Minioritas adalah bagian dari ekosistem mayoritas
dimana TUHAN memberikan hati yang sangat besar bagi mereka

Saya ingin sekali menulis PRIDE, ketika saya dimarahi oleh teman saya karena waktu berbelanja saya sering kali malas meletakkan suatu barang dan merapikannya seperti semula. Bayangkan jika ada sepuluh orang malas seperti saya dalam sebuah supermarket, kami adalah pengacau. Mungkin kita berpikir pembeli adalah raja dan para pegawai supermarket ini adalah dayang – dayang yang selalu tersenyum melayani kita. Tapi ingatkah kita raja bijaksana itu tidak membuat kekacauan seperti raja lalim, tapi selalu membereskan suatu masalah dengan keputusannya sendiri tanpa mengorbankan oranglain yang berada didekatnya. Lalu temanku berkata, “Kamu tau burju, kerjaanku setiap hari itu membereskan semua kekacauan seperti yang kamu lakukan ini. disaat aku juga harus mengawasi pembeli lain yang usil. Aku yang dipotong gaji, kamu tidak”. Saya kemudian berpikir terkadang kita telah menjadi mayoritas yang terlalu asik dan nyaman seperti raja dalam kehidupan kita, sampai menyadari ternyata kita bukan apa – apa.

Waktu liburan banyak sekali sampah di kantin
Berkata kepada mereka yang sedang asik di depan laptop
“Kita tidak memberi pak kantin gaji untuk membersihkan semua kotoran kita”

Lanjutkan membaca “PRIDE”

Keywords Lawas Edisi Debat Capres

“Cari aja di google”

Iseng – iseng baca ulang Keywords #1 yang berisi hasil pencarian dan klik atas tulisan – tulisan saya dari referensi mbah google. Bayangkan jika ada aplikasi yang dapat merekam semua kata kunci yang kita cari selama setahun, sehingga kita dapat membaca kembali pertanyaan absurd apa yang pernah kita cari dan pengetahuan serius apa yang masih membekas dalam ingatan kita. Sesederhana ini untuk tertawa, mungkin ketika kita mulai tidak bisa menerima jawaban yang terdengar tidak logis dari mulut seorang teman atau orangtua. Kita mulai menggunakan Google sebagai master penolong keabsurd-an kita. Ketika Google memberi semua informasi dan jawaban termudah berdasarkan kata kunci. Dari masalah remeh temeh sampai ke persoalan hidup yang sulit dicerna dari nasihat orangtua. Dari masalah merebus air yang tepat hingga cara membuat anak perempuan, laki – laki, kembar tiga atau empat.  Dari masalah mencegah influenza menyerang kita di musim dingin sampai jurnal – jurnal tentang penemuan segala ‘anti’ terhadap berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia.

Saya menulis untuk belajar dan belajar untuk menulis. Ketika tulisan saya mulai terdengar tidak masuk akal, mungkin kita sudah terlanjur berbeda. Ketika tulisan saya mulai terdengar membosankan, mungkin lebih baik kita menjauh. Ketika keywords absurd yang direferensikan google ke tulisan saya, mungkin merekalah orang – orang yang tepat buat saya 🙂

Sejarah penulisan saya terjadi ketika lonjakan viewer sebanyak  349 view kurang ari 24 jam dalam tulisan berjudul Balada Moderator Debat Capres. Saya tidak menjamin berapa orang yang berhasil membaca tulisan saya dengan baik dari awal hingga akhir tulisan. Kesimpulannya adalah gunakan kejadian yang menjadi trending topic hari ini sebagai tulisan, karena banyak sekali keywords menarik yang bakal kalian temukan.


moderator debat capres 2014, presentasi debat capres, hasil survei debat pilpres semalam

Ketika melihat keywords ini saya membaca orang – orang yang ingin mengetahui bagaimana proses terjadinya sebuah kejadian. Hal positifnya adalah mereka adalah tipe – tipe orang yang menginginkan pengetahuan. Bukan sekedar gosip

zainal arifin mochtar gugup, debat capres moderator lebay, moderator debat capres terbaik,  moderator jangan tepuk tangan

Keywords ini muncul ketika pembicaraan media menjurus kepada sang moderator. Bisa dibayangkan pemirsa – pemirsa televisi tanah air yang ingin menyaksikan Laga Elang Terbang dari Visi Misi serius calon Presiden Republik Indonesia untuk 5 tahun kedepan disajikan dengan kekonyolan moderator terhadap ketertarikannya untuk menghentikan tepuk tangan para penonton studio. Alih – alih menerjemahkan visi misi dalam algoritma kinerja yang dijanjikan olah kedua kubu kepada publik, malah menjadi pucuk bulan – bulanan pemirsa tv yang ada di masing – masing layar handphonenya. Malam itu saya tertawa dan memilih nomer 3, Persatuan Indonesia 🙂

 bocoran debat presiden, apa sih kendala moderator debat capres 2014, debat calon presiden …siapakah yang pake teks?, menurut anda tentang debat capres semalam gimana?,  hasil janggal debat capres

  Ketika kamu di Indonesia, kamu akan belajar tertarik kepada unsur – unsur yang mengandung kalimat negatif. Serta kamu akan terkenal ketika hal hal yang terjadi didalam hidupmu diterbitkan dalam sudut pandang negatif, kontra dan pro. Bocoran debat presiden enggak jauh beda pentingnya sama Bocoran Ujian Nasional SMA/SMP . Inilah lucunya negeriku Indonesia, dimana kamu tidak akan percaya dengan namanya benar – benar kejujuran. Sedikit penyimpangan dapat selalu terjadi.
“malaikat tanpa sayap dapat pergi meninggalkan janji

yang menang debat capres semalam

Petikan pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap fenomena di Indonesia adalah pemenang merupakan pemegang  70% pilihan suara hati kita. Ketika kita kalah dukungan para fanatik adalah yang utama. Keywords ini menjelaskan  fenomena pada saat kita telah menjadi orang – orang yang mementingkan hasil tanpa menghargai proses. Ketika kita hanyalah para penumpang  pesawat terbang yang hanya mengetahui tujuan akhir pendaratan kita. Ketika kamu dan aku berhadapan dalam sebuah ikrar suci pendeta dalam Gereja-Nya yang kudus tanpa mengingat bagaimana awalnya Tuhan mempertemukan kita.


foto lucu hasil debat capres

Sebagian orang dapat memandang suatu hal serius, krusial serta essensinya tidak bisa diabaikan dalam kacamata humor. Indonesia punya kreator yang dapat menciptakan sebuah meme (Hal yang dianggap lucu dalam bentuk grafis/visual,- red) secara viral dan bombastis. Bayangkan sarapan pagi ini dapat terasa sangat spesial ketika di wall facebook tersajikan meme capres dan cawapres yang dapat bahan lucu – lucuan ditempat kerja atau kampus. Padahal didepan mata telah diabaikan nasi goreng favorit buatan ibu ketika bangun shubuh tadi. Yang lucunya sang ibu berharap anaknya dapat  membagikan obrolan ringan tentang hal – hal indah yang dia miliki.
Fenomena 14 Februari

Fenomena 14 Februari

Tetangga di depan kamar kos saya pernah bertanya.
mbak burju, mbak kuliah kimia belajar apaan sih ?’.
Jawab saya ‘mengamati peristiwa mbak. Bagaimana suatu hal itu bisa terjadi dan berakhir’.

Fenomena 14 Februari
Fenomena 14 Februari

Fenomena pro-kontra sudah sangat lumrah di Indonesia. Contoh sederhananya, seperti saya yang lagi duduk diam menikmati hidup dengan suara nyanyian burung sambil nyedot wifii di bale bengong salah satu kampus Universitas Udayana, bakal menjadi kontra bagi mahasiswa ‘asli sini‘. Apalagi kalo saya nyedotnya enggak pake aturan, download film sebanyak – banyaknya dan membuat koneksi jadi lemot. Mungkin mereka akan mematikan listrik dan otomatis download-an saya terhenti atau berdehem dengan keras ‘Make wifii enggak ada aturan, jadi lemot sekali‘.  Sedangkan saya bisa saja kontra dan merasa sangat – sangat terganggu terhadap anak – anak SMA yang lagi ribut main get rich disaat saya lagi menikmati hidup. dengan alasan, karena mereka bukan mahasiswa Universitas Udayana. Kemudian saya akan membalasnya dengan memutar lagu KEBYAR – KEBYAR disambut lagu Indonesia Raya dan ditutup dengan Mengheningkan Cipta pada volume paling maksimal. Itulah hal yang terjadi ketika semua hal menjadi kontra, PEMBALASAN.

Ketika semua hal menjadi Pro, mungkin mahasiswa itu akan berkata “Kamu lagi download film ya ?. Film Apa ? Aku boleh minta enggak ? Aku juga lagi download film ini, tapi kalo kamu udah download biar aku stop-in”. Atau ketika anak – anak SMA yang bermain let’s get rich itu berisik, mungkin kita bisa mencoba duel dengan mereka. Bermain bersama, kirim -kiriman clover jika seandainya kirim – kiriman kasih sayang terlalu sulit. Bisa jadi dengan tambahan clover, berlanjutnya menjadi tambahan pertemanan buat kamu dan mereka. Tapi sekali lagi, ada batas – batas yang terlalu sulit untuk dijalani. Ketika semuanya menjadi Pro, mungkin menikmati dunia tidak sebahagia memutar lagu gombloh dengan semangat indonesia pada volume maksimal. Atau ketika semua menjadi kontra, mungkin saya tidak aman lagi duduk di bale bengong, mungkin tempat ini akan menjadi bale keributan dengan dilemparnya saya dengan botol satu persatu.

Lanjutkan membaca “Fenomena 14 Februari”

Nasihat Sahabat

Aku datang bukan untuk menggurui, berceramah tentang filosofi kehidupan yang tidak dimengerti.
Karena kamu memiliki akar kehidupan sendiri, bertumbuh menjadi batang, daun, dan buah yang memiliki bentuk
yah, bentuk yang tidak mungkin sama denganku..

Menulis tentang sahabat rasanya seperti terbang kembali ke masa ABG (Anak Baru Gede, istilah yang beda dengan kimcil -red) umur tiga-belasan tahun bersama kelompok atau geng-gong, atau di jaman hip-hip-hura sekarang disebut grup line, whatapps, atau BBM. Kalau jaman baheula dulu, friendster adalah sebuah kemewahan. Tapi berkumpul di sore hari bermain bersama, saling berinteraksi antara mata ke mata, hati ke hati, dan dari mata turun ke hati itu adalah sesuatu moment priceless yang sulit didapat pada jaman serba teknologi sekarang.

Seperti yang saya lakukan sekarang, duduk berhadapan dengan room-mate Yudha dalam lomba tulis-menulis-di wordpress. Kadar eye-contact selama 3 jam terakhir ? hanya sebatas masalah kuliah 20% dan selebihnya kembali tenggelam dalam dunia maya masing – masing. WEIRD

Anggaplah, pra-wacana diatas sebagai awal nasihat sahabat. Agak terlalu ngehe jika saya berteori apa itu sahabat ?Bagaimana ciri – ciri sahabat yang baik buat kamu dan bla-to-the-bla lainnya. Sahabat itu orang yang terkira, bukan ujug – ujug orang yang baru kamu temui di dalam cafe dan mengobrol bersama mereka tentang part of your life selama 5 jam. Dia adalah orang yang bisa saja jauh darimu dalam hal jarak, memiliki kehidupan berbeda dengan kalian atau hobi menggangu ketika sedang menulis tulisan ini, menyebalkan. Tapi dia orang yang selalu membuatmu merasa dekat, bagaimanapun kamu. Seburuk apapun rupamu dan sehancur apapun tubuhmu. Kamu dalam hati mengetahui, dia orang yang mau menerima mu apa adanya, dia tidak akan menghancurkanmu.

Lanjutkan membaca “Nasihat Sahabat”

Balonku Ada Empat

Balonku ada lima
rupa – rupa warnanya
merah kuning kelabu
hijau muda dan biru

MELETUS BALON KELABU
DORR!!!

Balonku tinggal empat, kupegang erat – erat…

waw..
rasanya sudah sekian abad mencoba menulis dengan maksud menginsipirasi diri tanpa unsur membodohi. Apalagi di penghujung semester kuliah ini bahasa tulisannya beda tipis sama jurnal ala ala skinhead, preparasi, fermentasi, filtrasi, sanitasi, dan kemudian basa – basi.

Oke dengan tampilan wordpress agak baru dari biasanya, memberikan saya pengalaman berharga. Belajarlah terus, karna perubahan itu terjadi dalam setiap menit yang kita tinggalkan. Bahasa syahdunya, belajarlah hingga ke negeri republik rakyat tiongkok. Jangan berhenti disini dan jangan sombong, karena kata seseorang yang sayang sama saya. Ketika langit itu terasa mudah digapai, seketika itu kita mudah untuk jatuh. STOP JUMAWA!

Seperti biasa, separagraf dua paragraf yang agak membingungkan dan tidak nyambung merupakan selasar dari saya..

ciee bahasanya selasar ~ oke next

Masa Lalu ? atau Masa BODOH ?
Sepahit pahitnya hidup dari ketinggalan diskon MANGO, lebih pahit lagi ketika kita tidak menerima masa lalu.
Semanis manisnya Masa BODOH, amat teramat manis ketika kita mau menerima masa lalu dengan bersyukur.
Bersyukur ya TUHAN, ranumnya buah mangga dimusim hujan masih bisa tercium di rongga hidung ini. Walaupun yang kamu lakukan bersama Audy adalah menangis semalam.

Lanjutkan membaca “Balonku Ada Empat”

Ruang Rindu


Ruang Rindu itu salah, sama salahnya dengan cinta diam – diam yang terdiam selamanya.

Ruang Rindu itu mengerikan, kamu dan aku tau rasa, kamu dan aku hanya merindu.

 

Credit : Marjoana Burju Harahap
Credit : Marjoana Burju Harahap

 

Mencintai adalah rasa Bahagia itu sendiri…

Jika kamu tidak bahagia bersamanya itu artinya cinta kamu ibarat selfie (hanya untuk kamu nikmati), kamu merasa sakit dan berdrama “Aku Rapopo”

Jika kamu bahagia, tapi dia telah bersama yang lain itu artinya cinta dia belum ada ekstraknya. Kamu hanya bisa bertepuk kegirangan seperti ABG cheerleaders untuk menyemangatinya 🙂  care, and they (maybe) don’t care. Bahagia yang kamu miliki terikat dari setiap pesan, chatting, dan senyuman yang serba singkat darinya. Terlepas dari bahagia kamu bisa mencium bau parfum tubuhnya atau seberuntung kamu bisa mencium semerbak wangi rambutnya atau melihat punggung tubuhnya yang suatu saat akan memelukmu.

Jika kamu bahagia, tapi dia telah bersama yang lain dan kalian tetap bersama dalam setiap waktu dan kesempatan untuk berbagi tawa, cerita, dan sisi kesepian artinya kalian telah berada dalam Ruang Rindu.

Ruang Rindu itu tidak bersuara, dia hanya terdiam dalam bahasa, tapi bergejolak dalam rasa. Rasa yang nyata ketika kamu mendapat tatapan hangat matanya, perhatian, dan semua cerita hangatnya. Tapi hatinya tetap tidak berpihak kepadamu atau kamu belum bisa memenangkannya. Saat kalian berdua tau ‘ada rasa’, tapi benar – benar hanya sebatas rasa. Rasa sesak di kamu atau mungkin rasa  hina dalam diri dia yang kamu cintai, karena tidak bisa mencintaimu.

 

Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

Letto, Ruang Rindu

Maaf, Aku tidak bisa…

 

Menjadi Indonesia

Kebebasan bersyarat itu mutlak di Negeri ini …

Para koruptor bebas melakukan korupsi dengan syarat “seharusnya” mereka harus rela dimiskinkan 2 kali lipat. Tapi fakta yang ada ? . Pemuka – pemuka yang berseru atas nama nasionalisme dan perubahan, berbondong – bondong saling menghancurkan.

Para pembela integritas dari berbagai agama dengan lantang menyerukan ideologi dengan syarat “seharusnya” tidak ada kaum minioritas yang merasa didiskriminasi. Tapi fakta yang ada ?

“Setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif.” – UUD 1945 Pasal 28i Ayat 2.

Indonesia, Negara dengan tanda koma, atau, dan.

Lanjutkan membaca “Menjadi Indonesia”