PRIDE

source: deviantart.net
source: deviantart.net , credit by : amandahuff

Setiap manusia memiliki kesempatan menjadi minioritas.
Tetapi tidak semua yang minioritas dapat memiliki solidaritas.

Dua bulan yang lalu saya tersentak kagum saat menonton sebuah film berjudul ‘PRIDE’, film yang berjudul perjuangan para kaum LGBT di inggris untuk memperjuangkan hak – hak penyetaraaan untuk tidak didiskriminasi, hak – hak pengakuan kaum minioritas, hak – hak dimana suara seperti lonceng gereja yang harus didengar bukan untuk diabaikan.

Saya ingin sekali menulis tentang PRIDE, ketika melihat bagaimana kelompok LGBT memilih kelompok buruh dari wales sebagai bagian dari perjuangan yang hakiki. Bagaimana solidaritas yang terjadi antar minioritas dapat membentuk harmoni perjuangan itu sendiri. Bagaimana akhir perjuangan itu bukan soal pengakuan hak, tapi soal mempertahankan kemenangan ini dalam semangat perjuangan sampai ke generasi berikutnya.

Kita generasi yang ketika kecil disuap, besar menyuap
Kita generasi yang mewariskan feodalisme terhadap sesama secara fasih
Kita generasi yang ketika aku dan kamu ada, tapi merasa tak ada

Saya ingin sekali menulis tentang PRIDE, karena kita hidup dalam kesempatan yang tinggi untuk memilih menjadi minioritas. Ayahku muslim, Ibuku Kristen, aku dan adikku terjebak sebagai minioritas oleh sepupu – sepupu dari ibu yang memandang salah apa yang terjadi di keluarga kami. Tapi orangtuaku memilih untuk menjadi minioritas itu sendiri, sedangkan aku dan adikku memilih untuk mempertahankan solidaritas. Kami memilih untuk tidak menyalahkan orangtua kami, kami memilih keyakinan kami masing – masing. Kami memilih berjuang membanggakan orangtua, walaupun memerlukan pembuktian puluhan tahun. Tapi proses ini lebih mudah, daripada mengeluh dan menyalahkan orang tua. Kalimat favorit yang selalu saya gunakan adalah “Intinya aku sudah lahir dan diberi napas kehidupan lebih daripada duapuluh tahun, aku enggak mungkin menangis menjerit kepada mamaku supaya aku dimasukkan kembali dalam rahimnya. Itu mustahil”

Minioritas adalah bagian dari ekosistem mayoritas
dimana TUHAN memberikan hati yang sangat besar bagi mereka

Saya ingin sekali menulis PRIDE, ketika saya dimarahi oleh teman saya karena waktu berbelanja saya sering kali malas meletakkan suatu barang dan merapikannya seperti semula. Bayangkan jika ada sepuluh orang malas seperti saya dalam sebuah supermarket, kami adalah pengacau. Mungkin kita berpikir pembeli adalah raja dan para pegawai supermarket ini adalah dayang – dayang yang selalu tersenyum melayani kita. Tapi ingatkah kita raja bijaksana itu tidak membuat kekacauan seperti raja lalim, tapi selalu membereskan suatu masalah dengan keputusannya sendiri tanpa mengorbankan oranglain yang berada didekatnya. Lalu temanku berkata, “Kamu tau burju, kerjaanku setiap hari itu membereskan semua kekacauan seperti yang kamu lakukan ini. disaat aku juga harus mengawasi pembeli lain yang usil. Aku yang dipotong gaji, kamu tidak”. Saya kemudian berpikir terkadang kita telah menjadi mayoritas yang terlalu asik dan nyaman seperti raja dalam kehidupan kita, sampai menyadari ternyata kita bukan apa – apa.

Waktu liburan banyak sekali sampah di kantin
Berkata kepada mereka yang sedang asik di depan laptop
“Kita tidak memberi pak kantin gaji untuk membersihkan semua kotoran kita”

Lanjutkan membaca “PRIDE”

Harapan!

Hidup ini bisa terdiri dari harapan.
Harapan yang bisa hanya terdiri dari permintaan.
Minta dan peminta – minta.
Entahlah…

Harapan itu beda dengan harahap, walau lidah bisa keselit mengucapkannya. Tapi bukan berarti setiap harahap pasti seseorang yang dapat memberi harapan dan bukan setiap harahap akan berhenti berharap karena susahnya mencari harapan harapan ditengah harahap harahap dimuka bumi ini. nah bingung kan lo!

Harapan itu adalah sesuatu yang kita inginkan terjadi, kenyataannya ketika harapan tidak terjadi rasa kecewa pasti akan selalu muncul. Harapan selalu ingin berteman dengan ikhlas, walau ikhlas terkadang ditolak oleh manusia yang memiliki harapan. Harapan memusuhi iri dan dengki, harapan benci kemunafikan, harapan tidak segan menolak kecurangan yang dapat menghancurkan orang – orang. Tapi harapan terkekang oleh manusia yang membawanya, membawanya kedalam permainan dimana ikhlas hanya menjadi seseorang penonton.

Harapan itu menjelma dari awal bumi diciptakan, bahkan ALLAH sendiri berharap menciptakan manusia yang baik dan tidak tergoda oleh iblis ditengah kemegahan taman eden. Apalagi kita manusia memiliki roh yang lemah, harapan itu pasti selalu ada. Harapan itu mulai menjelma ketika sang wanita dan sang pria disatukan dalam harapan akan pernikahan.

Sang Cewek : Sayang, kamu kok boros amat sih. Hemat dong, kamu belanja sepeda dan segala pernak perniknya kayak pohon natal itu udah bisa beliin aku cincin pernikahan bermata berlian loh.

Sang Cowok : Sabar sayang, belum waktunya..

Lanjutkan membaca “Harapan!”

Keywords Edisi Long Distance Relationship

Keywords = Kata Kunci. Karena setiap hal memiliki kunci, maka selalu ada pintu yang harus dibuka. Ketika kunci telah dipilih, maka pintu adalah jawaban -jawaban yang kita miliki. Terkadang banyak sekali kunci – kunci aneh yang dapat kita miliki, dapat berisi keputusasaan, harapan, kebahagian, kebingungan yang tergabung dalam setiap pertanyaan. Jadi buat kalian yang merasa lagi – lagi terjebak dalam tulisan yang dapat berubah menjadi pernyataan ARE YOU FUCKING KIDDING ME?, serius tulisan idiot ini bukan untuk kalian.

Saya pernah membuat tulisan diakhir penghujung tahun 2013 berjudul 20-13 cara happy pacaran LDR  . Bayangkan berapa banyak keywords dari para LDR yang memiliki pertanyaan dan mereferensikan pintu jawabannya dalam tulisan saya. Beberapa keywords sangat lucu dan aneh, tapi itu membuat kita semua belajar bahwa semua orang pernah memiliki harapan. Harapan dari sebuah dimensi jarak yang terjadi diantara kita, kamu dan aku. Dari pengalaman LDR-an saya, kemudian saya menjawab. Apa saja yang saya sudah pelajari, Apa saja yang semakin meningkat, dan Apa yang membuat kita menjadi pasangan yang stranger. 

Semua ini berawal dari kata kunci : Semua Tentang LDR


Maksud dijuluki pasangan telenovela, cara percaya sama pacar ldr, ldr buat bilang komitmen


LDR itu bukan berarti kita menjadi pasangan dengan edisi telenovela, terlalu dramatis. LDR itu adalah hubungan yang penuh komitmen dan tanggungjawab rasa. Jadi jangan pernah membayangkan diri menjadi roberto dan maria dalam suatu scene adegan tangis – tangisan di sambungan telepon. Pasangan harus berkomunikasi dengan baik, baik dari hati dan pikiran.

LDR itu ajang lucu lucuan dengan pasangan, tapi komitmen itu tetap enggak bisa dibuat bercanda apalagi dijadiin telenovela bersambung dengan banyak hujan buatan atau pesta kembang api disekitarnya..

Cowok : Aku mau pindah sayang, orangtuaku pindah tugas ke timika
Cewek  : Kapan sayang ?
Cowok : 2 hari lagi
Cewek : jatuhin handphone, ambil handphone yang jatuh, buat status, tegang, mau nangis, nundukin kepala sambil ngomong “KENAPA KAMU BARU BILANG SEKARANG, KAMU UDAH ENGGAK SAYANG SAMA AKU LAGI, KAMU MAU PERGI NINGGALIN AKU, KAMU ENGGAK PERNAH MIKIRIN AKU SEKALIPUN”

Oke fix
kalian harus ngomong dan memikirkan banyak hal serius

Pertama, kalian harus mendengar namanya ALASAN.
Mungkin kamu terlalu sibuk untuk dia hubungi atau mungkin dia terlalu sibuk untuk ngurusin kepindahannya yang ‘memberatkan hati’. Bisa juga orangtuanya baru kasih keputusan pindah secara mendadak, karena tidak mau anaknya larut dalam kesedihan karena harus pindah ketempat lain. Namanya PINDAH itu bukan suatu hal yang ringan, karena pasti ada beban – beban yang akan dibawa yaitu KEHILANGAN. Jadi dengar alasannya adalah hal yang utama.

Kedua, Kalian harus secepat mungkin membuat komitmen di waktu – waktu terakhir kebersamaan kalian.

Kalian harus jujur soal rasa. Bukan berati ketika dia pindah, dia enggak sayang sama kamu. Namanya rasa sayang itu enggak ada sambungan interlokal dan internasionalnya. Kamu secara normal saja bisa jadi fans dan jatuh cinta dengan ala ala pegang lightstick di konser yang bernapas saja kamu sungguh merasa sedih karena begitu sulitnya. Kenyataan pahitnya adalah dia benar benar MENINGGALKAN KAMU, dia enggak bisa hadir ketika kamu merayakan wisuda kamu yang tinggal sebulan lagi dan kamu enggak bisa hadir di perkawinan kakaknya yang sudah jadi kakak bagi kamu juga. Hal yang dipelajari adalah : Wisuda dan pernikahan harus tetap berjalan, karena kamu tidak bisa seenak jidat membatalkan wisuda 500 orang dikampus dan menggagalkan pernikahan kakaknya. Be Realistis !

Hal termanis yang jadi kenyataannya adalah dia tetap mikirin kamu. Kalo kalian terlalu emosi, coba pikirkan gimana rasanya nelan batu. Begitulah rasanya pasangan ketika mau bilang pindah ke kalian. Ketika kamu sudah terlanjur ikhlas dan terbuka tentang kenyataan pacaran jarak jauh yang harus dihadapi. Hal terakhir adalah membuat KOMITMEN.

Komitmen itu tidak terdiri dari seratus janji yang harus ditepati
Seperti janji pernikahan, komitmen itu suci
Komitmen lahir dari pikiran dan hati yang tidak memaksa
Komitmen diikat oleh kepercayaan
Aku Sayang Kamu

Lanjutkan membaca “Keywords Edisi Long Distance Relationship”

Keywords Lawas Edisi Debat Capres

“Cari aja di google”

Iseng – iseng baca ulang Keywords #1 yang berisi hasil pencarian dan klik atas tulisan – tulisan saya dari referensi mbah google. Bayangkan jika ada aplikasi yang dapat merekam semua kata kunci yang kita cari selama setahun, sehingga kita dapat membaca kembali pertanyaan absurd apa yang pernah kita cari dan pengetahuan serius apa yang masih membekas dalam ingatan kita. Sesederhana ini untuk tertawa, mungkin ketika kita mulai tidak bisa menerima jawaban yang terdengar tidak logis dari mulut seorang teman atau orangtua. Kita mulai menggunakan Google sebagai master penolong keabsurd-an kita. Ketika Google memberi semua informasi dan jawaban termudah berdasarkan kata kunci. Dari masalah remeh temeh sampai ke persoalan hidup yang sulit dicerna dari nasihat orangtua. Dari masalah merebus air yang tepat hingga cara membuat anak perempuan, laki – laki, kembar tiga atau empat.  Dari masalah mencegah influenza menyerang kita di musim dingin sampai jurnal – jurnal tentang penemuan segala ‘anti’ terhadap berbagai penyakit yang dapat menyerang manusia.

Saya menulis untuk belajar dan belajar untuk menulis. Ketika tulisan saya mulai terdengar tidak masuk akal, mungkin kita sudah terlanjur berbeda. Ketika tulisan saya mulai terdengar membosankan, mungkin lebih baik kita menjauh. Ketika keywords absurd yang direferensikan google ke tulisan saya, mungkin merekalah orang – orang yang tepat buat saya 🙂

Sejarah penulisan saya terjadi ketika lonjakan viewer sebanyak  349 view kurang ari 24 jam dalam tulisan berjudul Balada Moderator Debat Capres. Saya tidak menjamin berapa orang yang berhasil membaca tulisan saya dengan baik dari awal hingga akhir tulisan. Kesimpulannya adalah gunakan kejadian yang menjadi trending topic hari ini sebagai tulisan, karena banyak sekali keywords menarik yang bakal kalian temukan.


moderator debat capres 2014, presentasi debat capres, hasil survei debat pilpres semalam

Ketika melihat keywords ini saya membaca orang – orang yang ingin mengetahui bagaimana proses terjadinya sebuah kejadian. Hal positifnya adalah mereka adalah tipe – tipe orang yang menginginkan pengetahuan. Bukan sekedar gosip

zainal arifin mochtar gugup, debat capres moderator lebay, moderator debat capres terbaik,  moderator jangan tepuk tangan

Keywords ini muncul ketika pembicaraan media menjurus kepada sang moderator. Bisa dibayangkan pemirsa – pemirsa televisi tanah air yang ingin menyaksikan Laga Elang Terbang dari Visi Misi serius calon Presiden Republik Indonesia untuk 5 tahun kedepan disajikan dengan kekonyolan moderator terhadap ketertarikannya untuk menghentikan tepuk tangan para penonton studio. Alih – alih menerjemahkan visi misi dalam algoritma kinerja yang dijanjikan olah kedua kubu kepada publik, malah menjadi pucuk bulan – bulanan pemirsa tv yang ada di masing – masing layar handphonenya. Malam itu saya tertawa dan memilih nomer 3, Persatuan Indonesia 🙂

 bocoran debat presiden, apa sih kendala moderator debat capres 2014, debat calon presiden …siapakah yang pake teks?, menurut anda tentang debat capres semalam gimana?,  hasil janggal debat capres

  Ketika kamu di Indonesia, kamu akan belajar tertarik kepada unsur – unsur yang mengandung kalimat negatif. Serta kamu akan terkenal ketika hal hal yang terjadi didalam hidupmu diterbitkan dalam sudut pandang negatif, kontra dan pro. Bocoran debat presiden enggak jauh beda pentingnya sama Bocoran Ujian Nasional SMA/SMP . Inilah lucunya negeriku Indonesia, dimana kamu tidak akan percaya dengan namanya benar – benar kejujuran. Sedikit penyimpangan dapat selalu terjadi.
“malaikat tanpa sayap dapat pergi meninggalkan janji

yang menang debat capres semalam

Petikan pelajaran yang bisa kita ambil dari setiap fenomena di Indonesia adalah pemenang merupakan pemegang  70% pilihan suara hati kita. Ketika kita kalah dukungan para fanatik adalah yang utama. Keywords ini menjelaskan  fenomena pada saat kita telah menjadi orang – orang yang mementingkan hasil tanpa menghargai proses. Ketika kita hanyalah para penumpang  pesawat terbang yang hanya mengetahui tujuan akhir pendaratan kita. Ketika kamu dan aku berhadapan dalam sebuah ikrar suci pendeta dalam Gereja-Nya yang kudus tanpa mengingat bagaimana awalnya Tuhan mempertemukan kita.


foto lucu hasil debat capres

Sebagian orang dapat memandang suatu hal serius, krusial serta essensinya tidak bisa diabaikan dalam kacamata humor. Indonesia punya kreator yang dapat menciptakan sebuah meme (Hal yang dianggap lucu dalam bentuk grafis/visual,- red) secara viral dan bombastis. Bayangkan sarapan pagi ini dapat terasa sangat spesial ketika di wall facebook tersajikan meme capres dan cawapres yang dapat bahan lucu – lucuan ditempat kerja atau kampus. Padahal didepan mata telah diabaikan nasi goreng favorit buatan ibu ketika bangun shubuh tadi. Yang lucunya sang ibu berharap anaknya dapat  membagikan obrolan ringan tentang hal – hal indah yang dia miliki.
Fenomena 14 Februari

Fenomena 14 Februari

Tetangga di depan kamar kos saya pernah bertanya.
mbak burju, mbak kuliah kimia belajar apaan sih ?’.
Jawab saya ‘mengamati peristiwa mbak. Bagaimana suatu hal itu bisa terjadi dan berakhir’.

Fenomena 14 Februari
Fenomena 14 Februari

Fenomena pro-kontra sudah sangat lumrah di Indonesia. Contoh sederhananya, seperti saya yang lagi duduk diam menikmati hidup dengan suara nyanyian burung sambil nyedot wifii di bale bengong salah satu kampus Universitas Udayana, bakal menjadi kontra bagi mahasiswa ‘asli sini‘. Apalagi kalo saya nyedotnya enggak pake aturan, download film sebanyak – banyaknya dan membuat koneksi jadi lemot. Mungkin mereka akan mematikan listrik dan otomatis download-an saya terhenti atau berdehem dengan keras ‘Make wifii enggak ada aturan, jadi lemot sekali‘.  Sedangkan saya bisa saja kontra dan merasa sangat – sangat terganggu terhadap anak – anak SMA yang lagi ribut main get rich disaat saya lagi menikmati hidup. dengan alasan, karena mereka bukan mahasiswa Universitas Udayana. Kemudian saya akan membalasnya dengan memutar lagu KEBYAR – KEBYAR disambut lagu Indonesia Raya dan ditutup dengan Mengheningkan Cipta pada volume paling maksimal. Itulah hal yang terjadi ketika semua hal menjadi kontra, PEMBALASAN.

Ketika semua hal menjadi Pro, mungkin mahasiswa itu akan berkata “Kamu lagi download film ya ?. Film Apa ? Aku boleh minta enggak ? Aku juga lagi download film ini, tapi kalo kamu udah download biar aku stop-in”. Atau ketika anak – anak SMA yang bermain let’s get rich itu berisik, mungkin kita bisa mencoba duel dengan mereka. Bermain bersama, kirim -kiriman clover jika seandainya kirim – kiriman kasih sayang terlalu sulit. Bisa jadi dengan tambahan clover, berlanjutnya menjadi tambahan pertemanan buat kamu dan mereka. Tapi sekali lagi, ada batas – batas yang terlalu sulit untuk dijalani. Ketika semuanya menjadi Pro, mungkin menikmati dunia tidak sebahagia memutar lagu gombloh dengan semangat indonesia pada volume maksimal. Atau ketika semua menjadi kontra, mungkin saya tidak aman lagi duduk di bale bengong, mungkin tempat ini akan menjadi bale keributan dengan dilemparnya saya dengan botol satu persatu.

Lanjutkan membaca “Fenomena 14 Februari”

Nasihat Sahabat

Aku datang bukan untuk menggurui, berceramah tentang filosofi kehidupan yang tidak dimengerti.
Karena kamu memiliki akar kehidupan sendiri, bertumbuh menjadi batang, daun, dan buah yang memiliki bentuk
yah, bentuk yang tidak mungkin sama denganku..

Menulis tentang sahabat rasanya seperti terbang kembali ke masa ABG (Anak Baru Gede, istilah yang beda dengan kimcil -red) umur tiga-belasan tahun bersama kelompok atau geng-gong, atau di jaman hip-hip-hura sekarang disebut grup line, whatapps, atau BBM. Kalau jaman baheula dulu, friendster adalah sebuah kemewahan. Tapi berkumpul di sore hari bermain bersama, saling berinteraksi antara mata ke mata, hati ke hati, dan dari mata turun ke hati itu adalah sesuatu moment priceless yang sulit didapat pada jaman serba teknologi sekarang.

Seperti yang saya lakukan sekarang, duduk berhadapan dengan room-mate Yudha dalam lomba tulis-menulis-di wordpress. Kadar eye-contact selama 3 jam terakhir ? hanya sebatas masalah kuliah 20% dan selebihnya kembali tenggelam dalam dunia maya masing – masing. WEIRD

Anggaplah, pra-wacana diatas sebagai awal nasihat sahabat. Agak terlalu ngehe jika saya berteori apa itu sahabat ?Bagaimana ciri – ciri sahabat yang baik buat kamu dan bla-to-the-bla lainnya. Sahabat itu orang yang terkira, bukan ujug – ujug orang yang baru kamu temui di dalam cafe dan mengobrol bersama mereka tentang part of your life selama 5 jam. Dia adalah orang yang bisa saja jauh darimu dalam hal jarak, memiliki kehidupan berbeda dengan kalian atau hobi menggangu ketika sedang menulis tulisan ini, menyebalkan. Tapi dia orang yang selalu membuatmu merasa dekat, bagaimanapun kamu. Seburuk apapun rupamu dan sehancur apapun tubuhmu. Kamu dalam hati mengetahui, dia orang yang mau menerima mu apa adanya, dia tidak akan menghancurkanmu.

Lanjutkan membaca “Nasihat Sahabat”

Great To Do

Happy blessing first day on 2015 !!!
Semua umat dengan segala keinginan dan permintaan
dari hal yang biasa – biasa saja sampai yang luar biasa
dari yang hanya ingin semua sama seperti tahun 2014
sampai yang ingin membuat PERBEDAAN

Waktu nonton love in perth, saya mengutip kata – kata lola (gita gutawa) kepada derby romeo “Kenapa semua yang terpenting adalah hal yang bisa dilihat ?. Padahal yang paling berharga adalah hal – hal yang tidak bisa dilihat, yaitu hati (perasaan serta segala kebaikan tingkah lakuk) dan otak (logika serta pengetahuan)”.

Sekarang dengan berakhirnya 2014, saya kemudian berpikir ketika hal – hal yang bisa dilihat telah banyak saya lakukan.Hal – hal yang tidak bisa dilihat apa yang akan saya lakukan ?. Saya membaca sebuah Quote tentang great to do, orang – orang besar tidak akan sempat menulis hal – hal kecil (to do list) yang menghabiskan waktunya. Tetapi secara disiplin menyusun hal – hal besar yang akan dia lakukan (Great To Do)…

Hal besar apa yang saya ingin lakukan ? kembali lagi ke awal, hal – hal yang tidak bisa dilihat manusia. bukan saya bukan dukun, saya tidak akan menambah kekayaan anda atau melakukan penyiksaan spritual kepada siapapun. Kemudian diskusi berlanjut ke kos-mate saya Yudha Taufantri Iskandar yang telah menemani saya menemani hal – hal besar coba -coba yang gilaa dan mustahil dalam hidup .  Hasilnya ?

GREAT TO DO FOR THE GREAT YEAR

1.  Mau hidup berdamai dengan semua orang
Mengapa harus berdamai ? kalo lagi ada yang cari masalah sama kita yah biasain aja, cuek aja. toh dia bukan siapa – siapa kita. Tidak dalam lingkaran bisnis yang merugikan. Hal ini benar – benar salah.
Ketika ada seseorang yang berbuat salah, berpikir bahwa kita adalah masalah baginya. Berdamailah, berdamailah terutama dengan diri kita sendiri, berdamailah dengan mereka. Anggaplah kita salah, mengertilah dari sisi mereka.. Mungkin mereka sedang lelah untuk berpikir baik, maka kitalah yang jangan lelah. Aku mencoba untuk memulai damai di tahun ini, tidak ingin memulai aksi-tidak-mau-ngomong-dengan-seseorang. Berlaku se-moody mungkin untuk tidak menjadi seorang pendendam.

Berdamailah di lahan yang kering
Tuhan sedang menyiapkan Hujan beserta Pelangi Untukmu

Lanjutkan membaca “Great To Do”

The Power Of Bungut : Tusuk Diri

source : www.dunia-ibu.org
source : http://www.dunia-ibu.org

Merry Christmas !! semoga ‘damai’ masih menyelimuti kita semua pribadi lepas pribadi. amin

The Power Of Bungut (dalam bahasa Bali sehari hari bungut adalah mulut).

Natal adalah sukacita bagi kita yang merayakannya. Seperti waktu malam natal digererja HKBP, saya mengalami sebuah hikmat untuk mengerti yang luar biasa . Terkadang Tuhan tidak memberi pengertian dari apa yang terjadi dalam diri kita, bisa saja berupa penglihatan dari cerminan diri kita terhadap orang lain.

Saya terlambat ke gereja (hal pertama yang saya sesali). Karena begitu antusiasnya umat yang ingin merasakan kasihNya turun di Bali, jalan – jalan macet total oleh kendaraan pribadi. Untungnya Iblis tidak mengurungkan niat saya. Kemudian, hal pertama yang saya syukuri adalah bertemu dengan dosen yang pada saat itu sedang menjadi petugas gereja, salaman dan tersenyum. Apa yang istimewa dari hanya sebuah salaman ? pernah terbersit niat di hati saya, ya Tuhan jika diberi kesempatan aku ingin bertemu dosen itu bukan sebagai seorang murid yang kikuk kepada gurunya. Tapi sebagai pribadi yang percaya. Tuhan telah mengabulkan perkara kecil ini.

Bayangkan di hari Natal, sebulan atau dua bulan sebelumnya telah terjadi peningkatan jemaat gereja. Jika ingin mendapatkan tempat duduk, harus datang lebih awal. Kemudian saya bertanya .

Saya   : Inang (Ibu dalam bahasa batak), disebelah kosong ?
Inang : Ada orangnya
Saya   : ohh iya enggak apa apa inang (sambil celingak celinguk mencari tempat duduk kosong)
Inang : Tapi duduk sajalah kamu disini
Saya   : Terimakasih inang (sambil tersenyum)

Hal kedua yang saya syukuri adalah masih diberikan Tuhan kesempatan untuk beribadah di dalam rumahnya

Apa hikmat yang TUHAN berikan kepada saya didalam gereja ?
Hikmat yang diberikan melalui amang pendeta (amang, bapak dalam bahasa Batak) melalui tiga penyaluran DAMAI.

Damai kepada ALLAH
Damai kepada diri sendiri
Damai kepada keluarga

Hal yang teralihkan ketika mendengar khotbah adalah ketika anak dari Inang disebelah saya datang menghampiri mamanya.
Anak laki laki : Ma, mana handphone ? abang mau minta
Mama                 : Mama enggak bawa handphonenya nak.
Anak laki laki : Mama ini, terus terus tidak bawa handphone kalau ke gereja. mama ini mau abang TUSUK DIRI yaa ?. kalo gitu abang minta handphone yang lain aja. Mana Handphone yang lain ?
Mama                 : Handphonenya mati bang, nanti ya kalo sudah dirumah
Anak laki laki  : Sudahlah, malas abang sama mama. (sambil naik ke kursi) Ma, orang itu ngomong apa sih ? abang enggak ngerti maksudnya apa (menunjuk amang pendeta)
Mama                  : (hanya diam)

Mungkin mama anak ini tidak merasa sakit, karena sang mama sudah biasa menghadapi sang anak yang belum mengerti apa – apa ini. Tapi saya begitu terkejut dengan kata – kata TUSUK DIRI. Apakah ini cerminan anak – anak yang lahir diatas tahun 2000-an ? atau adakah pengaruh dari cerminan yang dia lihat sehari – hari ? mungkin dari sinetron atau dari kehidupan keluarganya ?

Amang Pendeta melanjutkan khotbahnya dengan kisah TUHAN YESUS yang mau hadir di tengah – tengah kemunafikan bangsa israel pada masa itu. Bagaimana cara TUHAN mau berdamai dengan manusia ? Lihatlah ketika Bunda Maria ingin melahirkan seluruh penginapan di kota Betlehem tidak ada yang mau membukakan pintunya. Kemudia Maria dan Yusuf terus berjalan hingga ke Kandang Domba dan melahirkan TUHAN YESUS serta menempatkan-NYA di dalam palungan (tempat makan ternak). Apakah TUHAN memiliki kuasa untuk memilih tempat dimana dia ingin dilahirkan ? tentu Dia memilikinya. Tetapi, Tuhan ingin hadir dengan berdamai kepada manusia sebagai seorang anak yang baru lahir sama seperti kita dulu. Apa yang manusia sekarang lakukan ?. Manusia takut berdamai dengan ALLAH, karena ketika kita ingin berdamai dengan ALLAH berarti kita mengabaikan keegoisan kita sebagai manusia yang selalu meminta,mengeluh, dan mengumpat. Padahal hal yang diinginkan TUHAN adalah BERSYUKUR, MENGERTI, dan TETAP BERDOA.

Hal kedua yang adalah BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Berapa persenkah didalam diri kita ingin berdamai dengan diri sendiri ?. EGOIS adalah salah satu hal yang membuat kita selalu dalam pergejolakan. Sering kita tidak menerima segala hal yang tidak terjadi dalam diri. Seperti, aku bukan lahir dari keluarga yang kaya, aku tidak cantik atau ganteng, mungkin mereka semua pakai susuk. Atau TUHAN memberi kehidupan yang susah dihidupku dan untuk apa aku hidup ?.

Tuhan tidak menciptakan manusia tanpa pesan. Karena setiap manusia memiliki tujuan yang akan dia bawa, apakah kamu mau mencari tujuan mu sebagai manusia di hadapan ALLAH ?. Mungkin ketika saya meneruskan hikmat yang diberikan melalui amang pendeta dalam tulisan ini. ada jiwa – jiwa yang tertusuk dan sadar TUHAN selalu ada bagi kita.

Hal ketiga yang ingin disampaikan adalah BERDAMAI DENGAN KELUARGA ?
Kenapa bukan dengan sesama manusia terlebih dahulu ? Karena apa yang kamu lihat ketika kamu dilahirkan adalah  orangtuamu dan ketika kamu tumbuh menjadi seorang yang mengerti akan kasih yang kamu lihat adalah mereka yang kamu anggap keluarga. Ketika masalah datang kepada kalian, hal – hal sepele yang membuat hati kita sakit kepada saudara – saudara kita. Apa yang harus kita lakukan ? menyimpan Ego terhadap arti maaf itu sendiri ? sampai kapan ?. Saya menjawab : sampai Tuhan menyatakan hikmat atas pengertian ini dalam diri saya.

Amang pendeta mengilustrasikan bagaimana seorang ibu yang sering merengut kepada suaminya dan anak yang sering membentak kepada orangnya. Ibu disebelah saya kemudian tertawa lepas dan saya berpikir ‘Mungkin inilah essensinya hidup kita. Ketika hal sedih diceritakan dengan cara yang apa adanya, mungkin kita dapat tertawa. Bukan karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh sang anak yang ingin TUSUK DIRINYA, tetapi rasa syukur karena aku masih bisa merasakan hal tersebut dalam hidup.

Saya selalu mencoba ingin berdamai dengan diri saya sendiri, karena bagi saya tidak ada hal yang terjadi tanpa kehendak TUHAN. Bagi TUHAN tidak ada yang mustahil, keajaibannya selalu terjadi dan tidak bisa dijelaskan dalam logika kebetulan atau rumus logaritma dan essensi ilmu pengetahuan apapun.

Saya ingin berdamai kepada ALLAH untuk membuat saya mengerti apa yang mama saya ucapkan. Saya selalu ingin berdamai dengan diri saya ketika mama saya menelpon dan mengomel seperti fungsi ibu pada umumnya, tidak ingin hal – hal buruk terjadi kepada anak kesayangannya. Saya ingin berdamai kepada mama, bahwa semuanya berjalan baik – baik  saja. Walaupun saya dan mama terpisah puluhan ribu kilometer, saya ingin mama mengerti saya tetap anak yang dibanggakannya.

Saya ingin berdamai kepada ALLAH untuk membuat saya tidak lupa akan keberadaan-NYA ditengah – tengah pergaulan saya. Saya ingin berdamai  dengan diri saya sendiri untuk memahami setiap ketulusan yang teman – teman saya berikan selama ini kepada saya, sehingga ketika terjadi rasa sakit hati manusia dan saya selalu diingatkan tentang kebaikan yang pernah kita jalani. Saya ingin berdamai dengan teman – teman saya, karena mereka adalah keluarga saya disini yang selalu mengingatkan saya akan kesalahan – kesalahan saya dan tidak pernah membuat saya jatuh dalam pencobaan dunia.

Dan hikmat damai yang terakhir adalah ketika saya pulang gereja, TUHAN menyertakan saya dalam jalur yang sama dengan keluarga Kakaknya mama (tempat saya berlindung sebelum ngekost). Saya bisa melakukan banyak hal, lari menuju pintu keluar yang lain atau pura – pura tidak kenal. selesai.

Tapi TUHAN tidak memberi pesan untuk itu, TUHAN memberi saya pengertian ketika saya mau berdamai menerima setiap firman-Nya digereja. Masa begitu sulit bagi kita melakukannya. Kemudian saya berdamai dengan diri saya sendiri, sebagaimanapun hal – hal sulit yang terjadi diantara keluarga kami. Mereka tetap keluargaku, secuek apapun anak tanteku terhadap keluarga ku dan menghina kesusahan mama ku. Masa sulit menunjukkan bahwa aku anak mama yang dibesarkannya menjadi pribadi yang sabar dan tetap mengasihi ?. Kemudian aku ingin berdamai dengan mereka keluarga ku, mencoba menyapa, bersalaman, dan mencium tanteku. Tidak peduli apapun tanggapan dan omongan mereka dibelakang da bagaimana tahun – tahun diam yang akan kami lalui, aku akan terus mencoba menjadi yang terbaik. Karena Tuhan selalu menyertakan kasih dalam setiap perbuatan tulus yang umatnya lakukan. Masa kita begitu sulit mengakuinya ?

dan ketika semua hal itu terjadi, bersyukurlah..
Bukan hanya terus menginginkan hal – hal baik terjadi.
Tetapi ALLAH telah menyertakan hal – hal baik tersebut untuk kita lakukan..

Balonku Ada Empat

Balonku ada lima
rupa – rupa warnanya
merah kuning kelabu
hijau muda dan biru

MELETUS BALON KELABU
DORR!!!

Balonku tinggal empat, kupegang erat – erat…

waw..
rasanya sudah sekian abad mencoba menulis dengan maksud menginsipirasi diri tanpa unsur membodohi. Apalagi di penghujung semester kuliah ini bahasa tulisannya beda tipis sama jurnal ala ala skinhead, preparasi, fermentasi, filtrasi, sanitasi, dan kemudian basa – basi.

Oke dengan tampilan wordpress agak baru dari biasanya, memberikan saya pengalaman berharga. Belajarlah terus, karna perubahan itu terjadi dalam setiap menit yang kita tinggalkan. Bahasa syahdunya, belajarlah hingga ke negeri republik rakyat tiongkok. Jangan berhenti disini dan jangan sombong, karena kata seseorang yang sayang sama saya. Ketika langit itu terasa mudah digapai, seketika itu kita mudah untuk jatuh. STOP JUMAWA!

Seperti biasa, separagraf dua paragraf yang agak membingungkan dan tidak nyambung merupakan selasar dari saya..

ciee bahasanya selasar ~ oke next

Masa Lalu ? atau Masa BODOH ?
Sepahit pahitnya hidup dari ketinggalan diskon MANGO, lebih pahit lagi ketika kita tidak menerima masa lalu.
Semanis manisnya Masa BODOH, amat teramat manis ketika kita mau menerima masa lalu dengan bersyukur.
Bersyukur ya TUHAN, ranumnya buah mangga dimusim hujan masih bisa tercium di rongga hidung ini. Walaupun yang kamu lakukan bersama Audy adalah menangis semalam.

Lanjutkan membaca “Balonku Ada Empat”

Ruang Rindu


Ruang Rindu itu salah, sama salahnya dengan cinta diam – diam yang terdiam selamanya.

Ruang Rindu itu mengerikan, kamu dan aku tau rasa, kamu dan aku hanya merindu.

 

Credit : Marjoana Burju Harahap
Credit : Marjoana Burju Harahap

 

Mencintai adalah rasa Bahagia itu sendiri…

Jika kamu tidak bahagia bersamanya itu artinya cinta kamu ibarat selfie (hanya untuk kamu nikmati), kamu merasa sakit dan berdrama “Aku Rapopo”

Jika kamu bahagia, tapi dia telah bersama yang lain itu artinya cinta dia belum ada ekstraknya. Kamu hanya bisa bertepuk kegirangan seperti ABG cheerleaders untuk menyemangatinya 🙂  care, and they (maybe) don’t care. Bahagia yang kamu miliki terikat dari setiap pesan, chatting, dan senyuman yang serba singkat darinya. Terlepas dari bahagia kamu bisa mencium bau parfum tubuhnya atau seberuntung kamu bisa mencium semerbak wangi rambutnya atau melihat punggung tubuhnya yang suatu saat akan memelukmu.

Jika kamu bahagia, tapi dia telah bersama yang lain dan kalian tetap bersama dalam setiap waktu dan kesempatan untuk berbagi tawa, cerita, dan sisi kesepian artinya kalian telah berada dalam Ruang Rindu.

Ruang Rindu itu tidak bersuara, dia hanya terdiam dalam bahasa, tapi bergejolak dalam rasa. Rasa yang nyata ketika kamu mendapat tatapan hangat matanya, perhatian, dan semua cerita hangatnya. Tapi hatinya tetap tidak berpihak kepadamu atau kamu belum bisa memenangkannya. Saat kalian berdua tau ‘ada rasa’, tapi benar – benar hanya sebatas rasa. Rasa sesak di kamu atau mungkin rasa  hina dalam diri dia yang kamu cintai, karena tidak bisa mencintaimu.

 

Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

Letto, Ruang Rindu

Maaf, Aku tidak bisa…