Opini : Wanita Dalam Distraksi Sosial

Judul berat banget bebh…
seperti judul skripsi yang belum kelar …

Hai Diriku, Wanita yang dalam 10 tahun lagi akan membaca tulisan ini…

Hai Kamu, yang dalam beberapa waktu ini sedang mencari informasi untuk lebih mengenal saya…

Hal pertama yang harus kamu ketahui tentang saya :

1. Wanita yang akan membuat distraksi sosial dalam setiap sendi kehidupan kamu.
2. Wanita yang akan memberikan logika terbalik dalam setiap pendapat yang kamu utarakan.
3. Wanita yang akan menyangkal setiap sudut emosi yang kamu miliki sampai “kita” berbagi pintu yang sama untuk menghadapi tantangan dunia.

“Jadi masalahnya dimana??.
Apa yang mau kamu permasalahkan ??”
“Mau jalan bareng enggak??.”
“Mau ketemu solusi bersama enggak??”
“Mau kamu bagaimana ?”

Ini adalah kalimat berulang yang akan selalu kamu dengar di setiap perdebatan kita. aku gak mau mempermasalahkan “Kenapa bisa seperti ini??”. Karena bagi saya kenapa adalah bagian dari Rumusan Masalah dan yang terpenting adalah sikap kita yang selalu berjalan beriringan.

“TRUS HUBUNGANNYA APA SAMA JUDUL?”

Yah, Pada poinnya adalah Kita yang saling berjalan beriringan.

Saya tidak meminta untuk harus di depan atau menerima terus berada dibelakang.

Saya tidak meminta untuk dilindungi, tapi kita bisa saling melindungi.

Saya dan kamu dijadikan hal yang saling melengkapi bukan untuk saling mendahului.

Kamu bisa meng-iyakan hal ini dalam opini, tapi apakah kamu siap menghadapi distraksi sosial yang akan wanita ini berikan kepada kamu ?.

Distraksi sosial yang akan mencoba mengganggu ego patriaki yang sudah ditanamkan dalam diri kamu sejak kamu bisa membaca “Ini Ayah Budi”. Bagaimana akan ada distraksi untuk katakan tidak pada hubungan humanis berumah tangga yang selalu mengagungkan istri harus selalu tunduk pada perintah suami . Bukankah tunduk adalah bagian dari kekuasaan dan kekuasaan adalah hal yang tidak kekal, bukan begitu Kaisar Agung Kubilai Khan ?.

Bagaimana definisi Hidup Bersama termasuk mengambil bagian dalam setiap keputusan kecil maupun besar yang harus dipikirkan bersama dan merupakan tanggungjawab yang harus dititikberatkan dalam jumlah yang sama.

Bagaimana pekerjaan domestik dapat dilakukan bersama tanpa mengeluh “Hanya wanitalah yang harus melakukan hal ini”, Karena jika sampai tiba pada hari kamu mengatakan hal itu maka akan datang penghakiman untuk katakan #BASI bagi pecundang retorika kata seperti kamu.

Dan saat ini saya bertanya  padamu …
Apakah kamu siap mengambil bagian dari ego kita yang akan saling berjalan beriringan ??

Bumi adalah Anugerah hidup
Yang KUAT memerintah yang lemah itu salah
Karena KUAT adalah kata – kata politik
Sedangkan nilai sosial pada arti KUAT sendiri hanyalah ukuran yang dibuat dari naskah – naskah kuno
Tapi coba renungkan HARMONI pada hidup SETARA diantara para Makhluk Hidup untuk bernilai sama.
Bukankan itu indah ?.

 

#Days1ofMyQuarantineDaysChallenge
#EcoFeminismTheme
#WeFightCoronaTogether

 

Burju, Jangan Pernah Menyerah!

Tuhan, aku sungguh menyerah
aku sungguh sangat berputus asa
Apa diriku kuat untuk menghadapi segala kesulitan ini ?

Hari pertama di bulan maret 2020, hari minggu yang sangat berat sekali buat diriku. Hujan deras menyertai hari ini, seperti mewakili air mata yang keluar karena penyesalan seorang anak.

Tahun lalu di bulan yang sama, indah ku ingat kebahagian ku saat membeli tiket pesawat pulang ke rumah di Bintan, akhirnya aku pulang dan cuti untuk menemui mama cantik dan merayakan hari spesialnya, Hari Ulang Tahun mamaku yang ke-63. Tuhan Yesus Terimakasih atas berkat-MU yang tak usai pada hidupku!

Kembali pada kenyataan pada hari ini dan pada saat ini aku masih menunggu dering telpon yang selalu mengawali dan menutup hariku, sebuah telpon yang tidak lama tapi sangat berharga, magis, dan penuh spirit. Percakapan sederhana antara ibu – anak tentang makan apa hari ini, lagi apa, ucapan sayang bertubi – tubi dan semangat untuk sehat setiap hari serta tak terlupa janji untuk menemani dan menjaga anaknya dari jauh hingga Sang anak bisa diberi waktu dan kesempatan untuk menjaga Sang Ibu setiap waktu.

Telpon ku tidak berdering
Kenyataan yang kuterima tiap hari
dan Ketidaknyataan yang ku impikan tiap hari

Saat ku menuliskan keputusasaan ini, aku berada di tempat dan waktu yang sama dengan pada saat mama datang menelponku. Yah, aku terjebak masa lalu dan kenangan. Aku terjebak kesedihan yang berasal dari hal yang tidak bisa ku terima. Hanya hal berpura tersenyum, tertawa, dan bahagia yang sebagian menyertai hariku. Aku ketakutan karena telah kehilangan tujuan dan kekuatan hidupku untuk berjuang.

Aku membangkitkan rasa
“Mama selalu di samping kakak”
“Mama selalu mendoakan kakak”

Alkitab mengajarkan jangan pernah menyerah dan berputus asa. Serahkan segalanya ke dalam Tangan Pengasihan Tuhan yang sangat terbuka lebar untuk hamba-Nya selalu meminta kepada-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan tetap mengandalkan-Nya dalam hidupku, tetap setia dan berpengasihan dan semua telah Tuhan rencanakan pada Waktu-Nya bukan waktuku.

Tuhan terimakasih atas semua yang terjadi dalam hidupku, ketika ku sangat menyerah dalam hidup-Ku, Tuhan beri aku pengharapan lain, sebuah tanda untuk ku yakin menjalani hidup ini dengan tetap indah.

“Eh, anak mamak datang. Mama tau kakak mau pulang loh”
” Tau dari mana mak ?”
” Tau dari kupu – kupu putih yang datang ke rumah. Kupu – kupu pertanda mau ada tamu datang kak dan kakak itu kupu – kupu putih mamak, anak mamak yang cantik”

Ingin sekali kusampaikan,
Kupu – kupu putih itu telah berganti mak, kupu – kupu itu bukan kakak lagi. Kupu – kupu itu adalah tanda Tuhan sayang sama kakak, tanda kakak harus terus percaya dan memiliki pengharapan, tanda bahwa mama selalu ada untuk kakak karena setiap doa yang mama sampaikan ada nama kakak, lina dan cucu – cucu mama untuk selalu dijaga dalam perlindungan Tuhan setiap saat dan selamanya. Tanda mama benar – benar bahagia dan tidak sakit lagi. Tanda Tuhan sangat sayang sama mama. Tanda semua hal yang kakak lakukan tidak boleh mengecewakan mama.

 

Segala keistimewaan telah Tuhan berikan
Mendengarkan nada – nada indah pujian penyembahan
Merasakan nikmat untuk saling berbagi walaupun banyak persoalan terjadi

 

Tuhan Yesus, Engkau tau batasan yang ada dihidupku
ku berserah dalam pertolongan-Mu, Tuhanku
Jika suatu saat aku mulai kehilangan arah dan bersandar pada pengertianku
Kasihilah diriku Tuhan, ku percaya pada Tanda-Mu dalam hidupku
Seperti hari ini, Tuhan mengirimkan kembali Kupu-kupu yang besar
untuk membuatku kembali berdiri untuk tidak menyerah

-amin-

MAMA CANTIK

“Enggak punya mama itu sakit loh nak”
Itulah kalimat yang sering terdengar dari mama-ku sepanjang ingatanku.
Kalimat itu dikeluarkan bukan karena aku bandel dan tidak mendengarkan orang tua. Tapi karena, pengalaman pribadi mama-ku saat Opung Perempuan (Nenek ku dari Pihak Mama) meninggalkan kami.

“Tak bisa ku bahagiakan orangtuaku” . Itulah kalimat penyesalan selanjutnya.

Kamis, 16 Mei 2019
10.45 WITA
Kuingat janji ku di layar handphone untuk serah terima bangunan jam 11.00 WITA, sedangkan posisi pada saat ini sedang meeting terkait system di kantor.

11.00 WITA
Memohon izin dari meeting menuju proyek dan bertemu untuk serah terima. Pikiranku yang sedikit kacau, deg – degan dengan ntah apa yang akan terjadi, dan kekuatiran tidak beralasan menyertaiku

11.10 WITA
Tiba dilapangan bertemu klien, haha hihi, cuap sana, cuap sini.

11.23 WITA
Tanpa sadar telpon di Handphone sudah bergetar ke sekian kali. Kulihat layar, panggilan dari mama cantik sudah belasan kali. Tubuhku langsung lemas, pikiranku sangat was – was, “Apakah ini momen yang selama ini menghantuiku”. Kuberanikan menelpon balik mama cantik ku, jelas kudengar suara ibu – ibu (mama bagas) memberitahuku agar segera pulang ke Tanjung Uban karena mama cantik ku jatuh.

TANGISKU PECAH
TANPA PIKIR PANJANG, LANGSUNG MENUJU KE KANTOR
IZIN KEPADA KLIEN DAN ORANG DI LAPANGAN
AKU KALUT…
SUNGGUH KALUT..
BAHKAN KETIKA TULISAN INI KUBUAT, PIKIRANKU MENGENANG MASA TERSEBUT..

“TUHAN YESUS, TOLONG MAMA, BERIKAN MAMA YANG TERBAIK, AKU SAYANG MAMA”
KU ULANG DOA INI BERKALI – KALI DALAM HATIKU
KU TELPON ADIKU UNTUK KONFIRMASI TERKAIT HAL INI

Sekitar Pukul 12.00 WITA
Aku yang diarahkan teman – teman kantor ke lantai 2, untuk menangkan diri sambil mencari tiket pulang Bali – Bintan masih menunggu kabar. Masih berharap Tuhan Yesus memneri keajaiban yang luar biasa untuk kesekian kali dalam hidupku. Bahkan, jika pada saat tersebut ada pilihan untuk menukar jiwa. Aku menginginkan aku yang dipilih Tuhan bukan Mama Cantik ku.

TELPON BERDERING KEMBALI
TANGISKU PECAH
AKU TIDAK BERANI MENGANGKAT
AKHIRNYA PUTRI YANG MEMBERANIKAN MENGANGKAT TELPON DAN MENERIMA TELPON JAUH DARI JANGKAUAN PENDENGARANKU
SAYUP – SAYUP KU DENGAR, MASIH TERSELIP HARAPAN, AKU MASIH BISA BERSAMA MAMA, AKU INGIN MEMBAHAGIAKAN MAMA, HIDUPKU UNTUK MAMA, SEMUA KALIMAT HARAPAN ANAK MANUSIA DARIKU TIDAK LAIN HANYA UNTUK MAMA, UNTUK MAMA.

PUTRI DATANG…
PUTRI MEMELUK KU…
BU NURI MEMELU KU …
MEREKA MENANGIS …
TUHAN YESUS AMPUNI SEGALA KESALAHANKU DAN ORANGTUAKU..
KU SKIP BAGIAN INI, TANGISKU SAAT MENULIS INI PECAH KEMBALI

Inilah momen yang selalu aku tegarkan setiap hari, Anak Perantauan memiliki Mama yang seorang penyintas stroke selama 4 tahun. Dia dengan SANGAT BANGGA KUSEBUT MAMA CANTIK. Hadiah paling berharga yang Tuhan Yesus berikan dalam hidupku. Mama cantik yang tidak pernah mengeluh, menjadi inspirasi bagi orang lain dalam kesederhanaannya, keteguhan hatinya membesarkan anak – anaknya, dan tidak pernah takut miskin dan kekurangan.

berlanjut….

Ketika Kamu Memilih

Nantinya …

Ketika KAMU memilih RASA
Biarkan lidah mu memilihnya

Ketika KAMU memilih CINTA
Biarkan hati mu memilihnya

Ketika KAMU memilih DIA
Biarkan bukan karena AKU

Karena RASA CINTA DIA
dipilih  KAMU  yang telah berhenti mencoba mencintai KITA

Karena RASA CINTA AKU
berhenti ketika KAMU bahagia bersama DIA

RASA menyatu dalam detik
detik mengalirkan CINTA seperti bola cepat
Bola cepat yang berputar seakan tidak berhenti
Sampai KITA tidak menyadari
akan datang  saatnya menghentikan detik KITA

Ketika kamu memilih
KAMU RASA KAMU CINTA DIA
KAMU DIA AKU KAMU
KITA RASA CINTA AKU KAMU
DIA RASA CINTA KITA

-KITA-

AKU MEMILIH CINTA
AKU MEMILIH RASA
AKU MEMILIH KAMU

KAMU ?

Peraturan Kawasan Anak Kos

Aku ingin Begini
Aku ingin Begitu
Ingin ini, Ingin itu banyak sekali

(Juli 2016) sebuah tulisan dalam kebosanan

Anak kos adalah anak yang bahagia dalam caranya sendiri memanagemen diri. Bagi kalian yang akan nge-kos dan bertetangga dengan para manusia – manusia baru lainnya dalam lingkungan kos, ada beberapa peraturan kawasan kos yang harus dan wajib  dipatuhi.

Hal ini wajib, demi menjaga sila ketiga dalam PANCASILA, PERSATUAN INDONESIA

Peraturan bagi pencinta binatang yang dipelihara dalam bentuk apapun

  1. Ketahuilah dari pemilik kos, apakah dikemudian hari kalian diperbolehkan memelihara binatang. Spesifikan binatang apa yang akan kalian pelihara, apakah berbulu, memiliki ingsang, berkaki delapan, atau hewan hewan yang berjalan dengan perut.
  2. Jika kalian memiliki Bapak / Ibu kos yang hatinya seperti bidadari surga, periksa kembali manusia yang bernapas dalam lingkungan kosan kalian. Apakah mereka setuju dengan kehadiran peliharaan kalian, alergi, atau memiliki phobia sendiri terhadap binatang tertentu. Jangan sampai mereka tidak berani pulang ke kamarnya sendiri.
  3. Karena kos adalah rumah bersama, jika kalian sanggup memelihara binatang, sangguplah memelihara dan menyayangi mereka setiap hari dalam 24 jam . Polusi utama dalam rumah kos adalah suara dan bau. Jika binatang yang kalian pelihara belum terbiasa dengan kloset, cobalah untuk memeriksa keseluruh sudut dan penjuru kos, jejak – jejak tidak berdosa yang mungkin mereka tinggalkan ketika bermain dan berkeliling santai setiap pagi sebelum para penghuni lainnya terbangun dari tidur. Jangan sampai penghuni lain bangun dengan hamparan kotoran didepan kamar mereka. Pastikan suara yang ditimbulkan tidak menggangu kenyamanan dan memotong mimpi indah yang telah dibangun dengan susah payah. Ketika kamu bisa menjamin dua hal polusi diatas, kalian dipastikan memiliki restu dalam keluarga kos.

 

Peraturan umum kos lainnya :

  1. Pastikan parkir motor atau mobil dengan rapi, tidak beratakan, apalagi melintangi jalan orang lain dan  hal yang paling tidak boleh dilakukan adalah parkir di depan pintu kamar orang lain.
  2. Jangan menyalakan motor didepan kamar orang lain, jika kalian penghuni kos yang baik yang selalu berangkat pagi, diwajibkan memanaskan motor diluar  kosan. Bayangkan rasanya tidur disamping suara graungg – graauunggg motor tiada henti.
  3. Buanglah sampah pada tempatnya, ini hal terutama untuk mereka yang sering meletakkan sampah secara sembarangan di depan kosan. Jika kosan kalian tidak memiliki fasilitas yang memadai dalam mengelola sampah, sampaikan secara baik kepada pemilik kos.
  4. Jangan menggunakan kepemilikan benda anak kos lain secara sembarangan. Hal ini paling sering terjadi bagi mereka yang merasa semua hal didalam kosan adalah milik bersama. Pastikan siapa pemiliknya, gunakan nurani untuk meminta dan meminjam peralatan tersebut kepada pemiliknya.
  5. Jika kosan kalian belum dilengkapi meteran listrik sendiri, pastikan alat – alat didalam kosan kalian tidak terdiri dari peralatan konser dangdut. Pakailah listrik dengan bijak, jika kapasitas listrik yang dimiliki sedikit, tapi kalian memiliki peralatan elektronik yang banyak. Pakailah secara waktu dimana saat penghuni lain tidak sedang berada dalam kosan. Setidaknya kita tidak membuat penghuni lain yang sedang mengerjakan tugas deadline atau skripsi menjerit ketakutan saat listrik tiba – tiba padam.

 

Demikian peraturan – peraturan umum dalam per-anak-kosan yang diambil dalam kehidupan saya sebagai anak kos. semoga bermanfaat .

– Akhirnya kamu pindah –

Hari Pahlawan

Merdeka atau Mati
– Bung Tomo-

Selamat Hari Pahlawan 10 November! Beginilah euphoria yang terjadi hari ini, sebagian merayakannya dengan kata – kata nasionalisme dan sebagian sedang berjuang menjadi ‘pahlawan’ itu sendiri. Hari mulai beranjak petang dan kilas balik perjuangan 70 tahun lalu di Surabaya berdentum, detik demi detik bergulir dan satu persatu dari para pahlawan gugur menyisakan melodi sebagai bangsa merdeka atau mati.

Aku bertanya dalam diri
di sebagian manakah aku
jiwa merdeka yang merayakan momentum
atau jiwa yang sedang mempertahankan kemerdekaan 

Kemarin saya mendapat interview kerja pertama saya sebagai calon pekerja dan ada satu pertanyaan yang masih membekas dalam pikiran saya. ‘Mengapa kamu mau bekerja di kegiatan sosial non-profit dan jika kamu bekerja apakah tidak akan menggangu waktu kamu untuk berkontribusi?’.  Saya menjawabnya, ‘Saya masih memiliki utang yang banyak kepada pemerintah Indonesia, contoh kecilnya adalah biaya sekolah saya masih disubsidi oleh pemerintah. Utang – utang kecil dan banyak itu yang seharusnya membuat saya tergerak mengembalikannya dalam bentuk kontribusi terhadap sesama dan lingkungan. Dimanapun jalan saya untuk berkontribusi, saya percaya jiwa ini tetap harus memiliki pengabdian terhadap bangsa’.

Tetapi apakah yang kulakukan sudah banyak?
Apakah yang kulakukan sudah cukup?
Apakah mereka semua merasakannya?

Pertanyaan kedua, ketika seorang ibu bertanya tentang apa yang harus dipersiapkan anaknya yang masih SD untuk lolos seleksi FIM di masa yang akan datang. Saya menjawab ‘ mengajarkan anaknya tentang jiwa sukarelawan sebagai amal untuk jiwa yang haus akan kontribusi yang sebanyak-banyaknya bagi lingkungan’. Saya tidak menjamin anak sang ibu untuk masuk FIM, tapi satu hal yang saya pelajari adalah mereka yang lolos adalah pemuda yang haus dengan hasrat untuk berkontribusi dan bersukarela dalam duka yang  tinggi untuk Indonesia.

biarkan saya haus untuk berkontribusi, biarkan saya minum
minum dalam gelas yang sama
gelas yang berjuang untuk bangsa merdeka

Pertanyaan ketiga adalah pertanyaan untuk diri saya sendiri, Siapakah saya yang menjawab 2 pertanyaan itu?. saya masih merasa malu untuk segala hal yang belum saya bisa berikan untuk bangsa ini. Saya tidak berbuat apa-apa. Bagaimana saya bisa mengucapkan selamat hari pahlawan, bahkan saya belum mampu menanam dan merawat satu pohon yang besar selama hidup saya untuk menghasilkan satu siklus kehidupan sederhana. Bagaimana kita mampu berteriak merdeka atau mati, tapi terkadang kita takut ketika berbagi makanan terakhir saja boleh berpikir akan mati.

Jiwa saya selalu berteriak untuk pengabdian dan pembangunan bangsa yang mandiri. saya ingin mengabdi. Kemudian mama saya berkata ‘Kesempatan besar terlihat ketika kamu melakukan segala hal yang tidak kelihatan oleh orang lain. Jangan menjadi haus untuk dipuji, hauslah untuk menjadi orang yang mengasihi’. Terimakasih mama, atas kasih yang seperti air mengalir menenangkan jiwa. Kemudian saya memilih untuk melihat apa yang tidak kelihatan dan menolong tanpa diketahui. Seperti visi para volunteer gerakan Turun Tangan yang memberi inspirasi untuk melihat kebaikan, seperti misi Earth Hour yang percaya bahwa butuh satu tangan untuk membantu tangan lainnya berdiri bersama menjaga lingkungan. Saya percaya, menjadi pahlawan masa kini tidak perlu dengan menjadi hal besar tetapi berbesar hatilah akan diri kita. Karena ada ribuan pahlawan yang gugur demi hak proklamasi kemerdekaan dan mereka yang seratus tahun lalu tidak dikenal, sekarang kita dengan bangga menyebut mereka PAHLAWAN.

Kelak kita akan melihat anak cucu kita
mereka yang tidak tinggal dalam generasi amarah
amarah melihat apa yang tidak kita perbuat hari ini

Click Food Bali

image

Sekedar iklan untuk menu tulisan bulan ini ✌

🐻 Click Food Bali 🐻

Daily Catering Only Jimbaran – Uluwatu

👐Mau makan beda tiap hari, murah, enak dan sehat?. @clickfoodbali menyediakan katering pesan antar setiap hari untuk kamu (weekly/monthly).

👐 @clickfoodbali juga menyediakan nasi bento/kotak untuk 🎶seminar 🎶workshop  🎶acara santai kamu bersama sahabat, keluarga, dan teman (menu piknik)
👛 harga hemat mulai dari 13.000/box

👐 Menu pesan antar lainnya, khusus order mulai pukul 16.00 – 21.00WITA 🕙
👉Nasi/Mie GorengBiasa – 8ribu
👉Nasi/Mie Goreng Ayam – 10ribu
👉Nasi Goreng Ikan Asin – 10ribu
👉Capcay sayur – 10rb

💜One Click for Your Daily Healthy Food 💖

IG : @clickfoodbali
Open Register Now!
format daftar : nama_alamat_weekly/monthly
Contact : 081270157267(sms) 📲 Pin BB 548D1B98.

Long Distance Relationship : Masa Kritis

Love Isn't enough
Love Isn’t enough

Untuk para pejuang yang sedang menanti datangnya musim lamaran
Untuk kalian yang sedang dalam masa kritis rasa dan keputusan masa depan
Untuk kebahagiaan kalian yang terpisahkan oleh jarak

Cewek A : ‘Kalian LDR ya?. sudah berapa tahun?’
Cewek B : ‘Sudah 4 tahun’
Cewek A : ‘Wah, kok bisa lama ya?. Keren ya. gimana ceritanya? kalo ketemu gimana? kangen enggak?
Cewek B : ‘Bisa dong, rahasianya seperti kredit modal untuk rumah masa depan ‘

Ini adalah tulisan ketiga saya soal Long Distance Relationship dan pada dasarnya suka banget baca referensi kata kunci Google terhadap blog yang ‘apalah-saya-ini-sampai-kalian-mau-membacanya’. Akhirnya, saya menyimpulkan satu kemajuan baru dalam dunia Perpacaran Jarak Jauh dalam setiap kata kunci yang diurai melalui algoritma cewek pada persamaan logika kebenaran tanpa menggantungkan perasaan masa lalu yang membuat kalian pada akhirnya bingung dan Baper terhadap kata demi kata yang semakin melaju bagaikan lagu nothing-gonna-change-my-love-for-you tanpa titik dan jeda yang terdapat di kalimat yang mengandung kesimpulan LDR memiliki MASA KRITIS.

Kalau ditanya resep rahasia pacaran jarak jauh, jawabannya bukan pada tulisan – tulisan yang kalian baca. Tetapi pada MODAL yang kalian tanamkan dalam hubungan, PERSEPSI yang ingin dirubah, IDE dan CITA yang ingin dicapai. Karena rahasia adalah rahasia, sebaiknya setiap pasangan tetap pada ‘Model Hubungan’ yang apa adanya, tanpa meniru dan memaksa.

Tulisan ini memiliki konten yang berat, krusial, dan kritis, mudah – mudahan tidak ada paracetamol diantara kita.

Lanjutkan membaca “Long Distance Relationship : Masa Kritis”

LUCU!

Lucu adalah rangsangan itu sendiri, ketika lucu terjadi kamu dapat terangsang hebat untuk tertawa menangis terpipis pipis atau cukup hanya tersenyum geli. Geli geli lucu istilahnya.

Lucu adalah konotasi positif. Ketika seseorang mencoba melucu, positiflah. Karena mungkin saja sang pelucu ingin merangsang kamu, merangsang hormon – hormon bahagia yang sudah lama tertidur nyenyak dalam lobus temporalis milikmu.

Lanjutkan membaca “LUCU!”

PRIDE

source: deviantart.net
source: deviantart.net , credit by : amandahuff

Setiap manusia memiliki kesempatan menjadi minioritas.
Tetapi tidak semua yang minioritas dapat memiliki solidaritas.

Dua bulan yang lalu saya tersentak kagum saat menonton sebuah film berjudul ‘PRIDE’, film yang berjudul perjuangan para kaum LGBT di inggris untuk memperjuangkan hak – hak penyetaraaan untuk tidak didiskriminasi, hak – hak pengakuan kaum minioritas, hak – hak dimana suara seperti lonceng gereja yang harus didengar bukan untuk diabaikan.

Saya ingin sekali menulis tentang PRIDE, ketika melihat bagaimana kelompok LGBT memilih kelompok buruh dari wales sebagai bagian dari perjuangan yang hakiki. Bagaimana solidaritas yang terjadi antar minioritas dapat membentuk harmoni perjuangan itu sendiri. Bagaimana akhir perjuangan itu bukan soal pengakuan hak, tapi soal mempertahankan kemenangan ini dalam semangat perjuangan sampai ke generasi berikutnya.

Kita generasi yang ketika kecil disuap, besar menyuap
Kita generasi yang mewariskan feodalisme terhadap sesama secara fasih
Kita generasi yang ketika aku dan kamu ada, tapi merasa tak ada

Saya ingin sekali menulis tentang PRIDE, karena kita hidup dalam kesempatan yang tinggi untuk memilih menjadi minioritas. Ayahku muslim, Ibuku Kristen, aku dan adikku terjebak sebagai minioritas oleh sepupu – sepupu dari ibu yang memandang salah apa yang terjadi di keluarga kami. Tapi orangtuaku memilih untuk menjadi minioritas itu sendiri, sedangkan aku dan adikku memilih untuk mempertahankan solidaritas. Kami memilih untuk tidak menyalahkan orangtua kami, kami memilih keyakinan kami masing – masing. Kami memilih berjuang membanggakan orangtua, walaupun memerlukan pembuktian puluhan tahun. Tapi proses ini lebih mudah, daripada mengeluh dan menyalahkan orang tua. Kalimat favorit yang selalu saya gunakan adalah “Intinya aku sudah lahir dan diberi napas kehidupan lebih daripada duapuluh tahun, aku enggak mungkin menangis menjerit kepada mamaku supaya aku dimasukkan kembali dalam rahimnya. Itu mustahil”

Minioritas adalah bagian dari ekosistem mayoritas
dimana TUHAN memberikan hati yang sangat besar bagi mereka

Saya ingin sekali menulis PRIDE, ketika saya dimarahi oleh teman saya karena waktu berbelanja saya sering kali malas meletakkan suatu barang dan merapikannya seperti semula. Bayangkan jika ada sepuluh orang malas seperti saya dalam sebuah supermarket, kami adalah pengacau. Mungkin kita berpikir pembeli adalah raja dan para pegawai supermarket ini adalah dayang – dayang yang selalu tersenyum melayani kita. Tapi ingatkah kita raja bijaksana itu tidak membuat kekacauan seperti raja lalim, tapi selalu membereskan suatu masalah dengan keputusannya sendiri tanpa mengorbankan oranglain yang berada didekatnya. Lalu temanku berkata, “Kamu tau burju, kerjaanku setiap hari itu membereskan semua kekacauan seperti yang kamu lakukan ini. disaat aku juga harus mengawasi pembeli lain yang usil. Aku yang dipotong gaji, kamu tidak”. Saya kemudian berpikir terkadang kita telah menjadi mayoritas yang terlalu asik dan nyaman seperti raja dalam kehidupan kita, sampai menyadari ternyata kita bukan apa – apa.

Waktu liburan banyak sekali sampah di kantin
Berkata kepada mereka yang sedang asik di depan laptop
“Kita tidak memberi pak kantin gaji untuk membersihkan semua kotoran kita”

Lanjutkan membaca “PRIDE”