Burju, Jangan Pernah Menyerah!

Tuhan, aku sungguh menyerah
aku sungguh sangat berputus asa
Apa diriku kuat untuk menghadapi segala kesulitan ini ?

Hari pertama di bulan maret 2020, hari minggu yang sangat berat sekali buat diriku. Hujan deras menyertai hari ini, seperti mewakili air mata yang keluar karena penyesalan seorang anak.

Tahun lalu di bulan yang sama, indah ku ingat kebahagian ku saat membeli tiket pesawat pulang ke rumah di Bintan, akhirnya aku pulang dan cuti untuk menemui mama cantik dan merayakan hari spesialnya, Hari Ulang Tahun mamaku yang ke-63. Tuhan Yesus Terimakasih atas berkat-MU yang tak usai pada hidupku!

Kembali pada kenyataan pada hari ini dan pada saat ini aku masih menunggu dering telpon yang selalu mengawali dan menutup hariku, sebuah telpon yang tidak lama tapi sangat berharga, magis, dan penuh spirit. Percakapan sederhana antara ibu – anak tentang makan apa hari ini, lagi apa, ucapan sayang bertubi – tubi dan semangat untuk sehat setiap hari serta tak terlupa janji untuk menemani dan menjaga anaknya dari jauh hingga Sang anak bisa diberi waktu dan kesempatan untuk menjaga Sang Ibu setiap waktu.

Telpon ku tidak berdering
Kenyataan yang kuterima tiap hari
dan Ketidaknyataan yang ku impikan tiap hari

Saat ku menuliskan keputusasaan ini, aku berada di tempat dan waktu yang sama dengan pada saat mama datang menelponku. Yah, aku terjebak masa lalu dan kenangan. Aku terjebak kesedihan yang berasal dari hal yang tidak bisa ku terima. Hanya hal berpura tersenyum, tertawa, dan bahagia yang sebagian menyertai hariku. Aku ketakutan karena telah kehilangan tujuan dan kekuatan hidupku untuk berjuang.

Aku membangkitkan rasa
“Mama selalu di samping kakak”
“Mama selalu mendoakan kakak”

Alkitab mengajarkan jangan pernah menyerah dan berputus asa. Serahkan segalanya ke dalam Tangan Pengasihan Tuhan yang sangat terbuka lebar untuk hamba-Nya selalu meminta kepada-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan tetap mengandalkan-Nya dalam hidupku, tetap setia dan berpengasihan dan semua telah Tuhan rencanakan pada Waktu-Nya bukan waktuku.

Tuhan terimakasih atas semua yang terjadi dalam hidupku, ketika ku sangat menyerah dalam hidup-Ku, Tuhan beri aku pengharapan lain, sebuah tanda untuk ku yakin menjalani hidup ini dengan tetap indah.

“Eh, anak mamak datang. Mama tau kakak mau pulang loh”
” Tau dari mana mak ?”
” Tau dari kupu – kupu putih yang datang ke rumah. Kupu – kupu pertanda mau ada tamu datang kak dan kakak itu kupu – kupu putih mamak, anak mamak yang cantik”

Ingin sekali kusampaikan,
Kupu – kupu putih itu telah berganti mak, kupu – kupu itu bukan kakak lagi. Kupu – kupu itu adalah tanda Tuhan sayang sama kakak, tanda kakak harus terus percaya dan memiliki pengharapan, tanda bahwa mama selalu ada untuk kakak karena setiap doa yang mama sampaikan ada nama kakak, lina dan cucu – cucu mama untuk selalu dijaga dalam perlindungan Tuhan setiap saat dan selamanya. Tanda mama benar – benar bahagia dan tidak sakit lagi. Tanda Tuhan sangat sayang sama mama. Tanda semua hal yang kakak lakukan tidak boleh mengecewakan mama.

 

Segala keistimewaan telah Tuhan berikan
Mendengarkan nada – nada indah pujian penyembahan
Merasakan nikmat untuk saling berbagi walaupun banyak persoalan terjadi

 

Tuhan Yesus, Engkau tau batasan yang ada dihidupku
ku berserah dalam pertolongan-Mu, Tuhanku
Jika suatu saat aku mulai kehilangan arah dan bersandar pada pengertianku
Kasihilah diriku Tuhan, ku percaya pada Tanda-Mu dalam hidupku
Seperti hari ini, Tuhan mengirimkan kembali Kupu-kupu yang besar
untuk membuatku kembali berdiri untuk tidak menyerah

-amin-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s