Opini : Wanita Dalam Distraksi Sosial

Judul berat banget bebh…
seperti judul skripsi yang belum kelar …

Hai Diriku, Wanita yang dalam 10 tahun lagi akan membaca tulisan ini…

Hai Kamu, yang dalam beberapa waktu ini sedang mencari informasi untuk lebih mengenal saya…

Hal pertama yang harus kamu ketahui tentang saya :

1. Wanita yang akan membuat distraksi sosial dalam setiap sendi kehidupan kamu.
2. Wanita yang akan memberikan logika terbalik dalam setiap pendapat yang kamu utarakan.
3. Wanita yang akan menyangkal setiap sudut emosi yang kamu miliki sampai “kita” berbagi pintu yang sama untuk menghadapi tantangan dunia.

“Jadi masalahnya dimana??.
Apa yang mau kamu permasalahkan ??”
“Mau jalan bareng enggak??.”
“Mau ketemu solusi bersama enggak??”
“Mau kamu bagaimana ?”

Ini adalah kalimat berulang yang akan selalu kamu dengar di setiap perdebatan kita. aku gak mau mempermasalahkan “Kenapa bisa seperti ini??”. Karena bagi saya kenapa adalah bagian dari Rumusan Masalah dan yang terpenting adalah sikap kita yang selalu berjalan beriringan.

“TRUS HUBUNGANNYA APA SAMA JUDUL?”

Yah, Pada poinnya adalah Kita yang saling berjalan beriringan.

Saya tidak meminta untuk harus di depan atau menerima terus berada dibelakang.

Saya tidak meminta untuk dilindungi, tapi kita bisa saling melindungi.

Saya dan kamu dijadikan hal yang saling melengkapi bukan untuk saling mendahului.

Kamu bisa meng-iyakan hal ini dalam opini, tapi apakah kamu siap menghadapi distraksi sosial yang akan wanita ini berikan kepada kamu ?.

Distraksi sosial yang akan mencoba mengganggu ego patriaki yang sudah ditanamkan dalam diri kamu sejak kamu bisa membaca “Ini Ayah Budi”. Bagaimana akan ada distraksi untuk katakan tidak pada hubungan humanis berumah tangga yang selalu mengagungkan istri harus selalu tunduk pada perintah suami . Bukankah tunduk adalah bagian dari kekuasaan dan kekuasaan adalah hal yang tidak kekal, bukan begitu Kaisar Agung Kubilai Khan ?.

Bagaimana definisi Hidup Bersama termasuk mengambil bagian dalam setiap keputusan kecil maupun besar yang harus dipikirkan bersama dan merupakan tanggungjawab yang harus dititikberatkan dalam jumlah yang sama.

Bagaimana pekerjaan domestik dapat dilakukan bersama tanpa mengeluh “Hanya wanitalah yang harus melakukan hal ini”, Karena jika sampai tiba pada hari kamu mengatakan hal itu maka akan datang penghakiman untuk katakan #BASI bagi pecundang retorika kata seperti kamu.

Dan saat ini saya bertanya  padamu …
Apakah kamu siap mengambil bagian dari ego kita yang akan saling berjalan beriringan ??

Bumi adalah Anugerah hidup
Yang KUAT memerintah yang lemah itu salah
Karena KUAT adalah kata – kata politik
Sedangkan nilai sosial pada arti KUAT sendiri hanyalah ukuran yang dibuat dari naskah – naskah kuno
Tapi coba renungkan HARMONI pada hidup SETARA diantara para Makhluk Hidup untuk bernilai sama.
Bukankan itu indah ?.

 

#Days1ofMyQuarantineDaysChallenge
#EcoFeminismTheme
#WeFightCoronaTogether

 

Burju, Jangan Pernah Menyerah!

Tuhan, aku sungguh menyerah
aku sungguh sangat berputus asa
Apa diriku kuat untuk menghadapi segala kesulitan ini ?

Hari pertama di bulan maret 2020, hari minggu yang sangat berat sekali buat diriku. Hujan deras menyertai hari ini, seperti mewakili air mata yang keluar karena penyesalan seorang anak.

Tahun lalu di bulan yang sama, indah ku ingat kebahagian ku saat membeli tiket pesawat pulang ke rumah di Bintan, akhirnya aku pulang dan cuti untuk menemui mama cantik dan merayakan hari spesialnya, Hari Ulang Tahun mamaku yang ke-63. Tuhan Yesus Terimakasih atas berkat-MU yang tak usai pada hidupku!

Kembali pada kenyataan pada hari ini dan pada saat ini aku masih menunggu dering telpon yang selalu mengawali dan menutup hariku, sebuah telpon yang tidak lama tapi sangat berharga, magis, dan penuh spirit. Percakapan sederhana antara ibu – anak tentang makan apa hari ini, lagi apa, ucapan sayang bertubi – tubi dan semangat untuk sehat setiap hari serta tak terlupa janji untuk menemani dan menjaga anaknya dari jauh hingga Sang anak bisa diberi waktu dan kesempatan untuk menjaga Sang Ibu setiap waktu.

Telpon ku tidak berdering
Kenyataan yang kuterima tiap hari
dan Ketidaknyataan yang ku impikan tiap hari

Saat ku menuliskan keputusasaan ini, aku berada di tempat dan waktu yang sama dengan pada saat mama datang menelponku. Yah, aku terjebak masa lalu dan kenangan. Aku terjebak kesedihan yang berasal dari hal yang tidak bisa ku terima. Hanya hal berpura tersenyum, tertawa, dan bahagia yang sebagian menyertai hariku. Aku ketakutan karena telah kehilangan tujuan dan kekuatan hidupku untuk berjuang.

Aku membangkitkan rasa
“Mama selalu di samping kakak”
“Mama selalu mendoakan kakak”

Alkitab mengajarkan jangan pernah menyerah dan berputus asa. Serahkan segalanya ke dalam Tangan Pengasihan Tuhan yang sangat terbuka lebar untuk hamba-Nya selalu meminta kepada-Nya. Tuhan Yesus mengajarkan tetap mengandalkan-Nya dalam hidupku, tetap setia dan berpengasihan dan semua telah Tuhan rencanakan pada Waktu-Nya bukan waktuku.

Tuhan terimakasih atas semua yang terjadi dalam hidupku, ketika ku sangat menyerah dalam hidup-Ku, Tuhan beri aku pengharapan lain, sebuah tanda untuk ku yakin menjalani hidup ini dengan tetap indah.

“Eh, anak mamak datang. Mama tau kakak mau pulang loh”
” Tau dari mana mak ?”
” Tau dari kupu – kupu putih yang datang ke rumah. Kupu – kupu pertanda mau ada tamu datang kak dan kakak itu kupu – kupu putih mamak, anak mamak yang cantik”

Ingin sekali kusampaikan,
Kupu – kupu putih itu telah berganti mak, kupu – kupu itu bukan kakak lagi. Kupu – kupu itu adalah tanda Tuhan sayang sama kakak, tanda kakak harus terus percaya dan memiliki pengharapan, tanda bahwa mama selalu ada untuk kakak karena setiap doa yang mama sampaikan ada nama kakak, lina dan cucu – cucu mama untuk selalu dijaga dalam perlindungan Tuhan setiap saat dan selamanya. Tanda mama benar – benar bahagia dan tidak sakit lagi. Tanda Tuhan sangat sayang sama mama. Tanda semua hal yang kakak lakukan tidak boleh mengecewakan mama.

 

Segala keistimewaan telah Tuhan berikan
Mendengarkan nada – nada indah pujian penyembahan
Merasakan nikmat untuk saling berbagi walaupun banyak persoalan terjadi

 

Tuhan Yesus, Engkau tau batasan yang ada dihidupku
ku berserah dalam pertolongan-Mu, Tuhanku
Jika suatu saat aku mulai kehilangan arah dan bersandar pada pengertianku
Kasihilah diriku Tuhan, ku percaya pada Tanda-Mu dalam hidupku
Seperti hari ini, Tuhan mengirimkan kembali Kupu-kupu yang besar
untuk membuatku kembali berdiri untuk tidak menyerah

-amin-