Long Distance Relationship : Masa Kritis

Love Isn't enough
Love Isn’t enough

Untuk para pejuang yang sedang menanti datangnya musim lamaran
Untuk kalian yang sedang dalam masa kritis rasa dan keputusan masa depan
Untuk kebahagiaan kalian yang terpisahkan oleh jarak

Cewek A : ‘Kalian LDR ya?. sudah berapa tahun?’
Cewek B : ‘Sudah 4 tahun’
Cewek A : ‘Wah, kok bisa lama ya?. Keren ya. gimana ceritanya? kalo ketemu gimana? kangen enggak?
Cewek B : ‘Bisa dong, rahasianya seperti kredit modal untuk rumah masa depan ‘

Ini adalah tulisan ketiga saya soal Long Distance Relationship dan pada dasarnya suka banget baca referensi kata kunci Google terhadap blog yang ‘apalah-saya-ini-sampai-kalian-mau-membacanya’. Akhirnya, saya menyimpulkan satu kemajuan baru dalam dunia Perpacaran Jarak Jauh dalam setiap kata kunci yang diurai melalui algoritma cewek pada persamaan logika kebenaran tanpa menggantungkan perasaan masa lalu yang membuat kalian pada akhirnya bingung dan Baper terhadap kata demi kata yang semakin melaju bagaikan lagu nothing-gonna-change-my-love-for-you tanpa titik dan jeda yang terdapat di kalimat yang mengandung kesimpulan LDR memiliki MASA KRITIS.

Kalau ditanya resep rahasia pacaran jarak jauh, jawabannya bukan pada tulisan – tulisan yang kalian baca. Tetapi pada MODAL yang kalian tanamkan dalam hubungan, PERSEPSI yang ingin dirubah, IDE dan CITA yang ingin dicapai. Karena rahasia adalah rahasia, sebaiknya setiap pasangan tetap pada ‘Model Hubungan’ yang apa adanya, tanpa meniru dan memaksa.

Tulisan ini memiliki konten yang berat, krusial, dan kritis, mudah – mudahan tidak ada paracetamol diantara kita.

Masa Kritis dalam hubungan muncul ketika kita mulai berpikir bagaimana cara menarik perhatian dan membuat pasangan yang nun jauh disana tetap sayang sama kita. Terkadang pemikiran ini hanya terjadi pada pemikiran satu arah tanpa melibatkan pasangan. Hal yang salah adalah ketika hubungan dimulai dengan satu arah. Karena berjuang satu arah akan berujung pada pengabaian. Hubungan harus memiliki modal KOMUNIKASI untuk tetap saling berinteraksi. Komunikasi pikiran membuat kita selalu belajar semakin memahami, berbagi pendapat, dan mendengarkan. Komunikasi kepercayaan membuat kita belajar untuk saling memberi dan menjaga apa yang telah kita janjikan bersama. Belajarlah berkomunikasi dengan kasih, berusaha jujur ketika itu benar untuk kalian berdua, dan jangan memaksa apa yang ingin dilakukan oleh kamu tetapi berusahalah untuk kita.

Karena CINTA ITU ENGGAK CUKUP, kita harus punya modal KOMUNIKASI

Masa Kritis muncul ketika kebosanan itu terjadi. Menurut pendapat saya, terlalu membosankan ketika menghabiskan waktu dan hanya menunggu sms/telpon dari pacar. Persepsi kalian terhadap LDR yang cuma difokuskan pada ‘sudah makan belum?’ sebanyak tiga kali sehari bakal menghilang essensinya setelah tiga tahun (1000harix3= 3000kali). Kebosanan itu dapat dihapus dengan mengubah persepsi diantara kalian, karena jatuh cinta terhadap pasangan yang sama tidak cukup sekali. Seorang teman dari prancis mengatakan kata kata yang cukup mengharubirukan pikiran saya, ‘relationship need to be true’. Artinya jauh dari logika dan cita – cita kamu terhadap hubungan ini, kita harus menjadi benar dan jujur terlebih dahulu untuk pasangan kita.

Ide dan Cita adalah kesatuan yang menyangkut niat. Ketika ide itu muncul maka niat akan menjadi penghubung untuk mewujudkan cita cita. Ide kita untuk memiliki hubungan yang romantis, hangat, dan penuh cinta akan berubah menjadi iron-man ketika kamu dan aku tidak berada dalam kapal ide yang sama. Aku mungkin bisa berpura pura menjadi orang yang menerima ide kamu. tapi ketika cita itu terwujud, hasil yang akan menjawab semua komunikasi yang salah diantara kita.

LDR memerlukan ide dan cita kita sendiri. LDR perlu menjadi benar ketika kamu dan aku tidak ada lagi dalam langit yang sama dan menjadi jujur ketika segala nyanyian alam membisikkan kerinduan kita yang terdalam. LDR menjadi nyata sesedarhana ketika kamu berkata ‘hallo’ dan aku menjawabnya.

Untuk kita yang masih berpura – pura benar dihadapan mereka yang kita cintai, berhentilah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s