LUCU!

Lucu adalah rangsangan itu sendiri, ketika lucu terjadi kamu dapat terangsang hebat untuk tertawa menangis terpipis pipis atau cukup hanya tersenyum geli. Geli geli lucu istilahnya.

Lucu adalah konotasi positif. Ketika seseorang mencoba melucu, positiflah. Karena mungkin saja sang pelucu ingin merangsang kamu, merangsang hormon – hormon bahagia yang sudah lama tertidur nyenyak dalam lobus temporalis milikmu.

LUCU dalam ingatan masa lalu saya adalah saat menonton Bujang Lapok film lawas milik P. ramlee bersambung dengan kisah – kisah warkop Dono, Kasino, Indro yang terpampang manis di layar TV favorit saya.

Lucu memiliki rasa yang berbeda, lucu itu tumbuh bukan karena kamu dan aku tidak sama. Lucu terjadi ketika kamu dan aku mempunyai kunci yang sama. Jadi bukan berarti kamu tidak lucu ketika seseorang tidak tertawa oleh lelucuanmu, mungkin kamu menaruh kunci pada lubang yang salah.

Bersyukurlah ketika beragam manusia dapat memiliki banyak sekali kunci lucu, ketika kamu dapat tertawa saat seseorang kepada yang lain dapat berkata “woi, jancoek iki” atau “care basong”, ketika kamu dapat tertawa dengan imajinasi gila yang muncul tiba – tiba, dan ketika kamu dapat tertawa hanya melihat orang yang kamu cintai bicara.

Lucu tidak menyakiti, lucu tidak memuaskan ego kamu untuk berbuat jahat dengan kata. Lucu tidak meletakkan tempat untuk pikiran yang celaka. Jangan bilang lucu, ketika tulisan ini berubah menjadi tidak lucu. Karena lucu itu rasa, rasa disaat kita berada dalam situasi nyaman tanpa teori atas batas gravitasi.

mereka badut yang bukan badut, mereka berusaha membuatmu tertawa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s