The Power Of Bungut : Tusuk Diri

source : www.dunia-ibu.org
source : http://www.dunia-ibu.org

Merry Christmas !! semoga ‘damai’ masih menyelimuti kita semua pribadi lepas pribadi. amin

The Power Of Bungut (dalam bahasa Bali sehari hari bungut adalah mulut).

Natal adalah sukacita bagi kita yang merayakannya. Seperti waktu malam natal digererja HKBP, saya mengalami sebuah hikmat untuk mengerti yang luar biasa . Terkadang Tuhan tidak memberi pengertian dari apa yang terjadi dalam diri kita, bisa saja berupa penglihatan dari cerminan diri kita terhadap orang lain.

Saya terlambat ke gereja (hal pertama yang saya sesali). Karena begitu antusiasnya umat yang ingin merasakan kasihNya turun di Bali, jalan – jalan macet total oleh kendaraan pribadi. Untungnya Iblis tidak mengurungkan niat saya. Kemudian, hal pertama yang saya syukuri adalah bertemu dengan dosen yang pada saat itu sedang menjadi petugas gereja, salaman dan tersenyum. Apa yang istimewa dari hanya sebuah salaman ? pernah terbersit niat di hati saya, ya Tuhan jika diberi kesempatan aku ingin bertemu dosen itu bukan sebagai seorang murid yang kikuk kepada gurunya. Tapi sebagai pribadi yang percaya. Tuhan telah mengabulkan perkara kecil ini.

Bayangkan di hari Natal, sebulan atau dua bulan sebelumnya telah terjadi peningkatan jemaat gereja. Jika ingin mendapatkan tempat duduk, harus datang lebih awal. Kemudian saya bertanya .

Saya   : Inang (Ibu dalam bahasa batak), disebelah kosong ?
Inang : Ada orangnya
Saya   : ohh iya enggak apa apa inang (sambil celingak celinguk mencari tempat duduk kosong)
Inang : Tapi duduk sajalah kamu disini
Saya   : Terimakasih inang (sambil tersenyum)

Hal kedua yang saya syukuri adalah masih diberikan Tuhan kesempatan untuk beribadah di dalam rumahnya

Apa hikmat yang TUHAN berikan kepada saya didalam gereja ?
Hikmat yang diberikan melalui amang pendeta (amang, bapak dalam bahasa Batak) melalui tiga penyaluran DAMAI.

Damai kepada ALLAH
Damai kepada diri sendiri
Damai kepada keluarga

Hal yang teralihkan ketika mendengar khotbah adalah ketika anak dari Inang disebelah saya datang menghampiri mamanya.
Anak laki laki : Ma, mana handphone ? abang mau minta
Mama                 : Mama enggak bawa handphonenya nak.
Anak laki laki : Mama ini, terus terus tidak bawa handphone kalau ke gereja. mama ini mau abang TUSUK DIRI yaa ?. kalo gitu abang minta handphone yang lain aja. Mana Handphone yang lain ?
Mama                 : Handphonenya mati bang, nanti ya kalo sudah dirumah
Anak laki laki  : Sudahlah, malas abang sama mama. (sambil naik ke kursi) Ma, orang itu ngomong apa sih ? abang enggak ngerti maksudnya apa (menunjuk amang pendeta)
Mama                  : (hanya diam)

Mungkin mama anak ini tidak merasa sakit, karena sang mama sudah biasa menghadapi sang anak yang belum mengerti apa – apa ini. Tapi saya begitu terkejut dengan kata – kata TUSUK DIRI. Apakah ini cerminan anak – anak yang lahir diatas tahun 2000-an ? atau adakah pengaruh dari cerminan yang dia lihat sehari – hari ? mungkin dari sinetron atau dari kehidupan keluarganya ?

Amang Pendeta melanjutkan khotbahnya dengan kisah TUHAN YESUS yang mau hadir di tengah – tengah kemunafikan bangsa israel pada masa itu. Bagaimana cara TUHAN mau berdamai dengan manusia ? Lihatlah ketika Bunda Maria ingin melahirkan seluruh penginapan di kota Betlehem tidak ada yang mau membukakan pintunya. Kemudia Maria dan Yusuf terus berjalan hingga ke Kandang Domba dan melahirkan TUHAN YESUS serta menempatkan-NYA di dalam palungan (tempat makan ternak). Apakah TUHAN memiliki kuasa untuk memilih tempat dimana dia ingin dilahirkan ? tentu Dia memilikinya. Tetapi, Tuhan ingin hadir dengan berdamai kepada manusia sebagai seorang anak yang baru lahir sama seperti kita dulu. Apa yang manusia sekarang lakukan ?. Manusia takut berdamai dengan ALLAH, karena ketika kita ingin berdamai dengan ALLAH berarti kita mengabaikan keegoisan kita sebagai manusia yang selalu meminta,mengeluh, dan mengumpat. Padahal hal yang diinginkan TUHAN adalah BERSYUKUR, MENGERTI, dan TETAP BERDOA.

Hal kedua yang adalah BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI. Berapa persenkah didalam diri kita ingin berdamai dengan diri sendiri ?. EGOIS adalah salah satu hal yang membuat kita selalu dalam pergejolakan. Sering kita tidak menerima segala hal yang tidak terjadi dalam diri. Seperti, aku bukan lahir dari keluarga yang kaya, aku tidak cantik atau ganteng, mungkin mereka semua pakai susuk. Atau TUHAN memberi kehidupan yang susah dihidupku dan untuk apa aku hidup ?.

Tuhan tidak menciptakan manusia tanpa pesan. Karena setiap manusia memiliki tujuan yang akan dia bawa, apakah kamu mau mencari tujuan mu sebagai manusia di hadapan ALLAH ?. Mungkin ketika saya meneruskan hikmat yang diberikan melalui amang pendeta dalam tulisan ini. ada jiwa – jiwa yang tertusuk dan sadar TUHAN selalu ada bagi kita.

Hal ketiga yang ingin disampaikan adalah BERDAMAI DENGAN KELUARGA ?
Kenapa bukan dengan sesama manusia terlebih dahulu ? Karena apa yang kamu lihat ketika kamu dilahirkan adalah  orangtuamu dan ketika kamu tumbuh menjadi seorang yang mengerti akan kasih yang kamu lihat adalah mereka yang kamu anggap keluarga. Ketika masalah datang kepada kalian, hal – hal sepele yang membuat hati kita sakit kepada saudara – saudara kita. Apa yang harus kita lakukan ? menyimpan Ego terhadap arti maaf itu sendiri ? sampai kapan ?. Saya menjawab : sampai Tuhan menyatakan hikmat atas pengertian ini dalam diri saya.

Amang pendeta mengilustrasikan bagaimana seorang ibu yang sering merengut kepada suaminya dan anak yang sering membentak kepada orangnya. Ibu disebelah saya kemudian tertawa lepas dan saya berpikir ‘Mungkin inilah essensinya hidup kita. Ketika hal sedih diceritakan dengan cara yang apa adanya, mungkin kita dapat tertawa. Bukan karena rasa sakit yang ditimbulkan oleh sang anak yang ingin TUSUK DIRINYA, tetapi rasa syukur karena aku masih bisa merasakan hal tersebut dalam hidup.

Saya selalu mencoba ingin berdamai dengan diri saya sendiri, karena bagi saya tidak ada hal yang terjadi tanpa kehendak TUHAN. Bagi TUHAN tidak ada yang mustahil, keajaibannya selalu terjadi dan tidak bisa dijelaskan dalam logika kebetulan atau rumus logaritma dan essensi ilmu pengetahuan apapun.

Saya ingin berdamai kepada ALLAH untuk membuat saya mengerti apa yang mama saya ucapkan. Saya selalu ingin berdamai dengan diri saya ketika mama saya menelpon dan mengomel seperti fungsi ibu pada umumnya, tidak ingin hal – hal buruk terjadi kepada anak kesayangannya. Saya ingin berdamai kepada mama, bahwa semuanya berjalan baik – baik  saja. Walaupun saya dan mama terpisah puluhan ribu kilometer, saya ingin mama mengerti saya tetap anak yang dibanggakannya.

Saya ingin berdamai kepada ALLAH untuk membuat saya tidak lupa akan keberadaan-NYA ditengah – tengah pergaulan saya. Saya ingin berdamai  dengan diri saya sendiri untuk memahami setiap ketulusan yang teman – teman saya berikan selama ini kepada saya, sehingga ketika terjadi rasa sakit hati manusia dan saya selalu diingatkan tentang kebaikan yang pernah kita jalani. Saya ingin berdamai dengan teman – teman saya, karena mereka adalah keluarga saya disini yang selalu mengingatkan saya akan kesalahan – kesalahan saya dan tidak pernah membuat saya jatuh dalam pencobaan dunia.

Dan hikmat damai yang terakhir adalah ketika saya pulang gereja, TUHAN menyertakan saya dalam jalur yang sama dengan keluarga Kakaknya mama (tempat saya berlindung sebelum ngekost). Saya bisa melakukan banyak hal, lari menuju pintu keluar yang lain atau pura – pura tidak kenal. selesai.

Tapi TUHAN tidak memberi pesan untuk itu, TUHAN memberi saya pengertian ketika saya mau berdamai menerima setiap firman-Nya digereja. Masa begitu sulit bagi kita melakukannya. Kemudian saya berdamai dengan diri saya sendiri, sebagaimanapun hal – hal sulit yang terjadi diantara keluarga kami. Mereka tetap keluargaku, secuek apapun anak tanteku terhadap keluarga ku dan menghina kesusahan mama ku. Masa sulit menunjukkan bahwa aku anak mama yang dibesarkannya menjadi pribadi yang sabar dan tetap mengasihi ?. Kemudian aku ingin berdamai dengan mereka keluarga ku, mencoba menyapa, bersalaman, dan mencium tanteku. Tidak peduli apapun tanggapan dan omongan mereka dibelakang da bagaimana tahun – tahun diam yang akan kami lalui, aku akan terus mencoba menjadi yang terbaik. Karena Tuhan selalu menyertakan kasih dalam setiap perbuatan tulus yang umatnya lakukan. Masa kita begitu sulit mengakuinya ?

dan ketika semua hal itu terjadi, bersyukurlah..
Bukan hanya terus menginginkan hal – hal baik terjadi.
Tetapi ALLAH telah menyertakan hal – hal baik tersebut untuk kita lakukan..

Balonku Ada Empat

Balonku ada lima
rupa – rupa warnanya
merah kuning kelabu
hijau muda dan biru

MELETUS BALON KELABU
DORR!!!

Balonku tinggal empat, kupegang erat – erat…

waw..
rasanya sudah sekian abad mencoba menulis dengan maksud menginsipirasi diri tanpa unsur membodohi. Apalagi di penghujung semester kuliah ini bahasa tulisannya beda tipis sama jurnal ala ala skinhead, preparasi, fermentasi, filtrasi, sanitasi, dan kemudian basa – basi.

Oke dengan tampilan wordpress agak baru dari biasanya, memberikan saya pengalaman berharga. Belajarlah terus, karna perubahan itu terjadi dalam setiap menit yang kita tinggalkan. Bahasa syahdunya, belajarlah hingga ke negeri republik rakyat tiongkok. Jangan berhenti disini dan jangan sombong, karena kata seseorang yang sayang sama saya. Ketika langit itu terasa mudah digapai, seketika itu kita mudah untuk jatuh. STOP JUMAWA!

Seperti biasa, separagraf dua paragraf yang agak membingungkan dan tidak nyambung merupakan selasar dari saya..

ciee bahasanya selasar ~ oke next

Masa Lalu ? atau Masa BODOH ?
Sepahit pahitnya hidup dari ketinggalan diskon MANGO, lebih pahit lagi ketika kita tidak menerima masa lalu.
Semanis manisnya Masa BODOH, amat teramat manis ketika kita mau menerima masa lalu dengan bersyukur.
Bersyukur ya TUHAN, ranumnya buah mangga dimusim hujan masih bisa tercium di rongga hidung ini. Walaupun yang kamu lakukan bersama Audy adalah menangis semalam.

Lanjutkan membaca “Balonku Ada Empat”