Ruang Rindu


Ruang Rindu itu salah, sama salahnya dengan cinta diam – diam yang terdiam selamanya.

Ruang Rindu itu mengerikan, kamu dan aku tau rasa, kamu dan aku hanya merindu.

 

Credit : Marjoana Burju Harahap
Credit : Marjoana Burju Harahap

 

Mencintai adalah rasa Bahagia itu sendiri…

Jika kamu tidak bahagia bersamanya itu artinya cinta kamu ibarat selfie (hanya untuk kamu nikmati), kamu merasa sakit dan berdrama “Aku Rapopo”

Jika kamu bahagia, tapi dia telah bersama yang lain itu artinya cinta dia belum ada ekstraknya. Kamu hanya bisa bertepuk kegirangan seperti ABG cheerleaders untuk menyemangatinya 🙂  care, and they (maybe) don’t care. Bahagia yang kamu miliki terikat dari setiap pesan, chatting, dan senyuman yang serba singkat darinya. Terlepas dari bahagia kamu bisa mencium bau parfum tubuhnya atau seberuntung kamu bisa mencium semerbak wangi rambutnya atau melihat punggung tubuhnya yang suatu saat akan memelukmu.

Jika kamu bahagia, tapi dia telah bersama yang lain dan kalian tetap bersama dalam setiap waktu dan kesempatan untuk berbagi tawa, cerita, dan sisi kesepian artinya kalian telah berada dalam Ruang Rindu.

Ruang Rindu itu tidak bersuara, dia hanya terdiam dalam bahasa, tapi bergejolak dalam rasa. Rasa yang nyata ketika kamu mendapat tatapan hangat matanya, perhatian, dan semua cerita hangatnya. Tapi hatinya tetap tidak berpihak kepadamu atau kamu belum bisa memenangkannya. Saat kalian berdua tau ‘ada rasa’, tapi benar – benar hanya sebatas rasa. Rasa sesak di kamu atau mungkin rasa  hina dalam diri dia yang kamu cintai, karena tidak bisa mencintaimu.

 

Di daun yang ikut mengalir lembut terbawa sungai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi

Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu

Letto, Ruang Rindu

Maaf, Aku tidak bisa…