Tepa Salira

Credit : Photo.net
Credit : Photo.net

Salam Damai untuk kita semua ! Hari ini saya teringat kembali kepada suatu masa, bahwa pelajaran BUDI PEKERTI itu sangat mudah. Kita hanya menjawab hal – hal yang baik untuk perbuatan baik dan hal – hal yang jahat untuk perbuatan jahat, serta implikasi sebab akibat dari seluruh perbuatan yang kita lakukan, baik atau buruknya.

TAPI SUSAH !

Percayalah, saya sekarang telah berumur 20 tahun. Ketika saya mengingat kembali masa dimana terdapat gambar simbolis tentang komponen – komponen dasar kepercayaan yang di akui di Indonesia saling berjabat tangan dengan kekhasan jubah milik mereka. Pastor Katolik memegang tangan seorang Ulama Muslim, Ulama Muslim memegang tangan seorang Biarawan Budha , Biarawan Budha memegang tangan seorang Pendeta Kristen dan Pendeta Kristen memegang tangan seorang Pemangku Hindu.

Terus pertanyaannya , dimana sejatinya manusia – manusia itu sekarang ?

Kemudian gema toleransi dan tenggang rasa mulai bergema di sudut yang disebut Bhineka Tunggal Ika. Indonesia adalah perbedaan itu sendiri bung, dengan 230 Juta perbedaan masalah, intrik dalam suku, budaya bahkan agama . Ketika kita sama -sama bernyanyi tentang semangat nasionalisme pada hari kemerdekaan 17 Agustus, hari pahlawan 10 November, dan kesaktian pancasila 10 oktober . Tapi apakah pancasila benar – benar menunjukkan kesaktiaannya ?, apakah kita telah merasa benar dengan apa yang kita lakukan di negeri-orang-merdeka katanya ? , ataukah kita jauh terlalu duniawi atau mendekati surgawi ? . Apakah benar rakyat Indonesia itu sejatinya manusia ? . Tapi mengapa, perbedaan selalu ditunjukkan dengan agama dan perayaan – perayaannya , seperti kurva yang menikuk tajam, kita terkadang menjadi sinis dan lupa untuk mendoakan saudara – saudara yang tidak seiman dengan kita demi kebahagiaan, damai, dan kasih yang pantas juga mereka miliki .

Tidak ada yang salah, ketika kita memiliki prinsip yang telah diimani teguh dijalankan dalam sebuah Timeline kehidupan ini. Tapi wajarkah, prinsip itu menjadi pertentangan untuk kita yang seiman ? wajarkah ketika sinisme kita menjadi penghalang kasih untuk orang – orang yang tidak seiman ?

Saya bukan sedih karena ada Fatwa yang mengatakan mengucapkan selamat natal adalah HARAM , saya bertoleransi dengan kata – kata yang dianggap akan mengubah prinsip. Hal ini seperti umat n0n-muslim menghargai untuk tidak mengucapkan atau mempermainkan 2 kalimat syahadat hanya sebagai kata – kata belaka . Karena menurut saya, natal itu bukan sekedar kata, momentum, dan lagu pujian . Natal adalah ibadah yang menyambut keselamatan itu sendiri, keselamatan bagi orang percaya. Bukankah kita menghargai prinsip bung ? Lanjutkan membaca “Tepa Salira”

20 (13) Cara Happy Pacaran LDR

Hai buat para LDR Lovers atau buat yang diakhir tahunnya punya resolusi 2014 pacaran jarak jauh. Ini kali pertama saya menulis tips atau cara jitu mengatasi suatu masalah atau problema. Biasanya sih cuma essay atau cerita yang dari awal penuh ketidaksinkronan. Tapi, karena saya sudah berhasil melewati 2 tahun jungkir balik di dunia per-LDR-an, boleh dong kasih pengalaman menarik buat kamu-yang-sekarang-sedang-terjebak-membaca-tulisan-ini . Cekidot !

1. Jangan Takut Dengan LDR

Long Distance Relationship ? atau yang jika diinggriskan menjadi Pacaran Jarak Jauh atau kalo bahasa gaul yang nyeseknya itu “yeee punya bokin atau tidak keleesss” . Buat para pemula atau newbie , ketika dihadapkan kalian tidak bisa bertemu pasangan untuk beberapa waktu yang tidak bisa ditentukan atau harus terpisah diantara pulau – pulau dengan jarak ribuan mil, pacaran seperti ini tidak haram kok dan tidak perlu untuk ditakuti. Ini suatu tantangan loh ! Are you ready gals ?

2. Percaya

Bukan untuk LDR saja sih, untuk semua pasangan kepercayaan itu memang penting. Tapi, mungkin ada namanya ekstra percaya untuk pasangan kita. Percaya itu boleh kok cemburu , boleh kok ngambek – ngambekan tapi dalam batasan yang wajar. Jangan sampai sangking kita bilang percaya, tapi hobinya nulisin status teror buat pacar kita di segala social media. Untuk yang seperti ini mungkin nilai percayanya boleh di kalibrasi kembali .

3. Komitmen

Setelah kalian enggak takut dan menghadapi semuanya dengan rasa percaya, komitmen juga hal terpenting loh. Mungkin kalian bisa buat catatan kecil di gadget masing – masing pasangan kita. Yang pasti komitmen itu beda dengan ancaman, bukan berisi KAMU TIDAK BOLEH BEGINI BEGITU (padahal dalam hati pasangan mungkin dia tersiksa, mungkin dia ingin seperti nobita dan doraemon yang ingin begini dan begitu) . Pastikan komitmen kita berupa MOTIVASI ! salam suuuuperrr !

4. So(k) Simpel

Semua pacaran itu sederhana kok, mau pacaran di depan mata, satu rumah kalo sudah sah, ataupun pacaran antar negara. Buat para ladies yang biasa selalu meribetkan hal – hal seperti jarak. Coba deh untuk mulai berpikir simpel, pacar kalian mungkin enggak bisa makan malam hari ini gara – gara hal spele yang kalian ributin tadi siang. Mungkin dia enggak bisa ngomong sedih ke kamu, karena sesedih sedihnya dia pasti selalu ribet di mata kalian. Jadi, kalo pacar mau makan sama temen atau ngobrol sekedar pake ngopi, jangan diribetin dengan urusan skype, sms-an, chattingan, atau mau terror nelpon segala. Bagaimanapun beri waktu mereka untuk beraktivitas 🙂 so simpel kan Lanjutkan membaca “20 (13) Cara Happy Pacaran LDR”

Hai Christmas !

Hai Christmas ! Selamat datang bulan penuh kasih dan pengharapan. Bulan dimana setiap orang percaya datang berdoa dan memastikan sesuatu hal yang baik telah terjadi di tahun 2013 yang hebat ini dan sesuatu yang lebih baik akan menunggu kita di tahun 2014 . Look great !

Hai Christmas ! Ini adalah tentang kelahiranmu, tentang kabar sukacita yang para malaikat nyanyikan 2000 tahun lalu, tentang janji untuk orang percaya, tentang lahirnya sebuah prinsip Iman,Pengharapan, dan Kasih. Tentang sebuah buku yang berisi firman ajaib . Tentang segala mukjizat yang terjadi, yang disertai, dan diberkati-Mu hingga Akhir Zaman , Inilah Yesus !

Hai Christmas ! Aku mulai merasa asing hari ini, menuliskan nama Yesus dalam sebuah kalimat dan terasa ganjil di hati. Kemudian aku bertanya dalam hati, “Apa yang telah aku lakukan untuk-Mu setahun ini Tuhan ? Aku terlalu sombong untuk dunia, Aku umat-Mu yang pemalas, aku malu memiliki dosa yang tidak dapat aku luputkan dari perbuatanku”

Hai Christmas ! Sudah 20 tahun dari kelahiranku dan aku tidak dapat menandingi kehebatan Juru Selamat ku, pemberitaan yang tak putus sebelum dunia ini dijadikan oleh Bapa. Tapi Dia, sang penebus tidak pernah menganggap aku batu yang akan terkikis oleh zaman. Ketika aku dibaptis dan dianugrahi oleh pengakuan iman, Aku sadar selalu ada harapan, biar apa yang aku kerjakan menjadi kemuliaan bagi nama-Nya. Lanjutkan membaca “Hai Christmas !”