Belajar Terbuka

@imanusman with all crew @IFLBali
@imanusman with all crew @IFLBali

” Tidak masalah lagu yang di nyanyikan itu sama , yang terpenting adalah SIAPA penyanyinya . Beda cita rasa , beda warna, tapi tetap memiliki PROSES”

Proses, semua hal memiliki proses. Hal klasik yang sederhana seperti sepiring nasi telah menunjukkan guratan proses panjang dalam perjalanannya untuk dihidangkan di atas meja makan . Dari proses pembajakan sawah , penyiapan lahan untuk penanaman benih padi , penaburan benih padi , pemupukan dan menjaga padi dari hama dengan pemberian pestisida , masa panen padi, waktu dimana padi diolah menjadi beras, proses dalam pabrik untuk mengarungkan beras , pendistribusian logistik beras ke polosok negeri melalui jalur darat atau laut, penjualan dan pembelian beras ditangan konsumen dan produsen , proses penanakan beras di dapur, hingga tersedia waktu disaat sepiring nasi dibutuhkan di atas meja dan proses ini rumit !

Dan hari ini saya juga berproses , berproses dari hal yang sederhana yaitu BELAJAR !!

Make a sure , bagi saya belajar itu adalah proses kreatif . Bukan karena kita kreatif untuk itu kita harus belajar . Setiap orang memilki eksplorasi atas ketidakterbatasan pemikiran weird , tidak biasa , absurd dan seiring berjalannya pemikiran ini , belajar adalah bagian dari proses perwujudan kekreatifan ini !

Hari ini , 28 Maret 2013 setelah mendapat training dari Presiden IFL @imanusman di sanur space tentang berbagai materi  Initiate , Share , Act , and Inspire . Ada satu hal yang menjadi sorotan bagi pribadi saya hari ini yaitu Belajar Terbuka . Belajar terbuka bagi diri sendiri untuk orang lain bukan menjadi hal yang mudah , banyak ancaman , sinergi negatif , atau lingkungan yang berkompetisi menjadi hal – hal terbuka itu sulit kita dapatkan .

Kemudian analisis keterbukaan ini berubah , bukan hanya dari apa yang diucapkan oleh kita dan ditangkap oleh orang lain sebagai statement bagi diri mereka tentang siapa kita . Tapi dari kontribusi  kita dalam suatu komunitas atau lingkungan sosial dapat membuat kita saling belajar menganalisa bagaimana cara kita melihat sesuatu itu lebih dari proses yang terjadi didalamnya. Kemudian kita mulai terbuka , bukan hanya terhadap komunikasi verbal , tapi menggunakan panca indra kita untuk melihat , merasakan , dan mendengar hal – hal kompleks ini saling berkaitan dan dinamis dalam kehidupan kita.

Belajar Terbuka

Sore ini saya mendapat tiga pelajaran dari hal terbuka dari kehidupan sosial yang terjadi di Pantai Kedonganan.

1. Dari Pak saleh yang menjual ikan, saya belajar berbagai macam jenis ikan dan membedakan antara ikan salmon , ikan tuna , dan ikan tongkol.

2. Dari Bu Made yang menjual sayur, saya belajar hal hal sederhana dalam menganalisa bumbu – bumbu dapur dan perbedaan bau serta citarasa yang dimiliki.

3. Dari Bu Puji yang menjual Nasi Campur , saya belajar proses mengolah bumbu dengan baik , tingkat kematangan , dan rasa yang akan dihasilkan dalam proses pengolahan makanan.

dari ketiga orang ini saya belajar bagaimana menghidangkan sebuah makanan untuk tersaji baik dengan menganalisa instrumen yang terjadi didalamnya , saya tidak memandang siapa orang yang menjadi sumber saya untuk belajar , karena mereka juga telah menjadi guru bagi pengalaman saya hari ini . Belajar menggunakan secara maksimal panca indra untuk memahami intrik yang terjadi dalam 3 komunikasi berbeda , tapi memiliki relevansi yang sama dan yang terakhir belajar tebuka untuk rasa menerima.

Hari ini saya boleh berbangga hati menerima training esklusif dari @imanusman dan proses pembelajaran yang disajikan bagi saya dan seluruh teman @IFLBali , tapi yang menjadi poin terpenting kemudian adalah implementasi kita terhadap lingkungan sekitar kita yang menunjukkan visi yang kita pelajari di dalam ruangan dapat juga kita wujudkan dalam hal sederhana di kehidupan.

Kemudian belajar terbuka  ini menjadi sebuah motivasi baru dalam diri saya,

“Permasalahannya bukan dari siapa kita belajar , tapi bagaimana kita menyanyikan kembali apa yang telah diajarkan”